Pemerintah Kota Batu Desak Manajemen Hotel Lebih Proaktif

Pasca disidak pada Januari lalu, aktivitas pembangunan hotel Ubud Batu kini dihentikan.

Kota Batu, Bhirawa
Sikap tegas Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terkait pendirian hotel di Kota Wisata, memaksa manajemen hotel yang belum mengantongi izin harus bersikap proaktif. Artinya, manajemen harus bertanggungjawab atas keputusan yang telah diambilnya.
Senin (25/2), manajemen Hotel Ubud Batu mendatangi Balaikota Batuuntuk melayangkan surat kepada Walikota. Mereka mengajukan permohonan solusi setelah hotel yang dibangunnya kedapatan belum memiliki ijin saat disidak aparat Pemkot ada bulan lalu.
Dalam inpeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Pemkot pada bulan Januari lalu akhirnya diketahui jika hotel Ubud Batu yang berada di Jl.Raya Oro-Oro Ombo belum memiliki Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Akibatnya, sejak saat itu pembambangunan hotel yang sudah berjalan 60 persen ini terpaksa dihentikan.
“Dan pada hari ini, Senin (25/2) kami menyerahkan surat permohonan solusi dan petunjuk kepada Pemkot Batu terkait kelanjutan pembangunan Ubud Hotel Batu,”ujar kuasa hukum hotel Ubud Batu, Helly S.H M.H, Senin (25/2). Ia mengatakan bahwa kedatangannya ke Balaikota untuk mengirimkan surat resmi kepada Wali Kota Batu dan dinas terkait untuk permohonan petunjuk dan solusi kelanjutan pembangunan hotel.
Ia menjelaskan lebih lanjut, pihaknya juga meminta maaf ke Wali Kota Batu dan jajaran. Serta pihak klien yang merasa terganggu ketidak nyamanan atas pembangunan Ubud Hotel Batu.
“Intinya pihak Ubud Hotel Batu beritikad baik dan patuh terhadap peraturan yang ada. Kami mengakui ada mis komunikasi di pihak internal antara pelaksanaan pembangunan dan manajemen. Sehingga beberapa pembangunan tidak sesuai peraturan,”jelas Helly.
Selaku kuasa hukum Ubud Hotel Batu, pihaknya akan memenuhi semua syarat atas solusi yang nantinya akan ditawarkan Pemkot. Bahkan, jika tidak ada solusi manajemen juga siap melakukan penyesuaian dengan pengeprasan bangunan sehingga sesuai dengan aturan yang ditetapkan.
Dengan komitmen ini, manajemen berharap Pemkot Batu akan memberikan solusi agar pembangunan bisa segera dilanjutkan. Di mana nantinya dengan pembangunan hotel juga berimbas pada investasi di Kota Batu dan penyerapan tenaga kerja di Kota Batu.
Dalam surat resmi kepada Walikota itu, menejmen hotel Ubud Batu melayangkan surat tembusan ke beberapa pihak terkait. Di antaranya, Wakil Wali Kota, Sekda, Satpol PP, DPMPTSP, DPUPR, Dinas Perumahan, DLH, dan Dinas Perhubungan.
Diketahui, aktifitas pembangunan Ubud Hotel Batu telah dihentikan sejak tanggal 9 Januari lalu hingga saat ini. Adapun proses pembangunan yang dilakukan sudah mencapai 60 persen. Dan IMB tak diberikan karena lokasi pembangunan yang terlalu menjorok ke arah jalan raya, dan juga terlalu menjorok dengan kawasan pemukiman (perumahan) yang ada di samping lokasi pembangunan hotel.
“Kita siap melakukan penyesuaian agar pembangunan hotel Ubud Batu ini bisa sesuai dengan KRK Kota Batu,”pungkas Helly.(nas)

Tags: