Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Permudah Investor di Wilayah Terdampak

Kepala DPM PTSP dan Ketua IAGI Jatim menjelaskan soal Geopark dilahan sekitar Lumpur. [achmad suprayogi/bhirawa.]

Sidoarjo, Bhirawa
Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) berupaya menarik investor, agar tertarik dengan kawasan terdampak lumpur. Salah satunya dengan berupaya memberikan insentif dan kemudahan bagi para investor yang menanamkan modal usahanya di kawasan yang bakal dijadikan lahan Geopark itu.
Pemkab Sidoarjo menyatakan kawasan itu aman berdasarkan kajian para ahli geologi. Selain itu Pemkab Sidoarjo bakal memberikan insentif kemudahan perizinan dan potongan pajak bagi investor yang mendirikan usaha di kawasan terdampak lumpur.
”Kami berkeinginan melakukan percepatan investasi di kawasan strategis Geopark, dan Geowisata yang ada di lokasi lumpur itu,” jelas Kepala DPM PTSP Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono.
Menurut Ari, penetapan lokasi prioritas percepatan investasi di kawasan lumpur itu, bakal ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Sidoarjo. Isinya soal tidak hanya amannya kawasan itu berdasarkan kajian ahli geologi. Tapi juga memberikan kemudahan perizinan dan pajak, IMB, PBB, dan BPHTB agar pertumbuhan ekonominya berkembang pesat.
Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jatim, Handoko Teguh Wibowo menegaskan, beberapa titik wilayah terdampak lumpur, kini sudah cukup aman. Bahkan tingkat kerawanannya berkurang. Indikasinya, volume lumpur yang menyembur, sudah berkurang secara signifikan.
”Bubble (gelembung gas) juga sudah tidak ada. Karena itu, zona kawasan sisi barat dari titik semburan lumpur yang paling memungkinan untuk investasi. Selain bubble sudah tidak ada, tingkat penurunan tanahnya sudah sangat rendah dan semburan bukan lumpur tapi tinggal air saja,” pungkasnya
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Sidoarjo, Agoes Boedi Tjahjono menyatakan, potensi investasi di Kota Delta bukan hanya untuk para pelaku usaha menengah seperti UMKM, melainkan juga untuk industri berskala besar. Dalam beberapa tahun terakhir, para investor juga terus membuka usaha. Diantaranya, sektor perumahan, perhotelan dan apartemen.
Untuk mendorong hal ini Pemkab Sidoarjo telah menyediakan lahan di beberapa titik. Sebut saja wilayah Jabon. Wilayah itu bakal menjadi kawasan industri terbesar di Sidoarjo. ”Sudah banyak investor yang mulai melirik kawasan Jabon dan sekitarnya,” jelas Agoes. [ach]

Tags: