Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Gelar OP Keliling Pasar

Salah satu warga memborong telur di OP yang dilakukan Pemkab di Pasar Larangan. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Melonjaknya harga beras premium di Pasar Sidoarjo hingga kisaran harga Rp10.600 per kg dan harga telur mencapai Rp22.500 per kg. Membuat Pemkab Sidoarjo langsung melakukan pengendalian, yakni melakukan gelar OP (Operasi Pasar) secara keliling.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketersediaan Pangan telah melakukan OP hari pertama (20-21/1) di Pasar Larangan, Kec Candi Sidoaro. Selanjutnya tanggal 22 Januari hingga 31 Januari akan dilakukan OP di Pasar Porong, Pasar Krian, Pasar Taman, Pasar Gedangan dan Pasar Larangan lagi.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Fenny Apridawati, kalau pihaknya telah melakukan OP ini karena melihat harga beras dan telur di pasar terlalu tinggi. Dalam OP ini mengambil barang dari petani secara langsung. Makanya harganya sangat murah sekali. Untuk beras premium dijual Rp9 ribu per kg dan telur hanya Rp18,5 pr kg.
”Sebenarnya kami melakukan OP ini mau bekerjasama dengan Bulog, namun hingga kini surat permohonan yang kami kirimkan pada awal Januari ini belum ada respon. Mungkin pihak Bulog masih sibuk. Maka daripada menunggu lama kami melakukan OP sendiri dan ternyata juga bisa,” jelas Fenny Apridawati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir Handayani, mengaku dalam OP keliling ini telah disiapkan beras premium sebanyak 20 ton. Itu kesiapan yang untuk OP saja, sebenarnya Sidoarjo sendiri untuk beras tidak pernah kekurangan. Sedangkan untuk kebutuhan telur tidak terbatas. ”Jadi masyarakat butuh telur berapa saja, Sidoarjo masih bisa terlayani. Masyarakat tak usah kawatir kehabisan,” tegas Handayani.
Hasil pantauan di lapangan, harga telur yang terlalu murah hanya Rp18.500, sementara di dalam pasar mencapai Rp22.500 membuat sebagian konsumen memborong telur-telur yang dibuat OP. ”Kami tak bisa menolak dan tak bisa menyalahkan kalau ada warga yang memborong telur ini. Memang OP kami tak ada batasan, warga butuh berapa saja kami siap melayani,” tegas Fenny. [ach]

Tags: