Pemerintah Kabupaten Nganjuk Gelar Festival Jamu Tradisional 2019

Bupati, H Novi Rahman Hidayat membuka Festival Jamu di Alun – alun Nganjuk dan stand jamu yang menyajikan jamu racikan tradisional.n ristika

(Lestarikan Budaya Nusantara)

Nganjuk, Bhirawa
Jamu sangat lekat dengan budaya tradisional Indonesia khususnya di Jawa. Melihat ini Pemkab Nganjuk melalui dan Dinas Kesehatan menggelar event unik dan baru pertama kali digelar di Kab Nganjuk yakni Festival Jamu dengan tema lestarikan warisan bangsa dengan budaya minum jamu gendong.
”Festival Jamu merupakan acara yang mengundang masyarakat umum untuk bersama-sama menikmati sajian minuman tradisional jamu,” kata Bupati Nganjuk, H Novi Rahman Hidayat di pembukaan acara Festival Jamu Tradisioanl.
Acara yang pertama kali digelar ini, menurut Bupati Nganjuk, bertujuan mendorong masyarakat agar gemar mengkonsumsi jamu sebagai produk minuman tradisional khas nusantara yang kaya khasiat kesehatan.
Karena jamu merupakan produk minum tradisional yang dibuat dari aneka bahan-bahan tanaman lokal seperti jahe, kencur, puyang, temulawak, secang, sere, suruh, ada pula waras, alang-alang, pace, tempuyung, keji beling, kumis kucing, tapak dara, lidah buaya dan lain sebagainya. Berbagi bahan ini telah banyak dikaji secara ilmiah dan terbukti memiliki aneka ragam manfaat positif bagi kesehatan manusia.
”Turut memperkuat eksistensi para pelaku industri dan pedagang jamu di DIY serta bagian dari sinergi antar stakeholder untuk memperkuat promosi pariwisata DIY,” katanya.
Festival Jamu 2019 diadakan juga sebagai sarana untuk menginformasikan kepada masyarakat umum tentang jamu dan kuliner di Jawa Tengah. Tidak menutup kemungkinan, ajang ini merupakan kesempatan menarik bagi dunia bisnis, karena akan mempertemukan antara pelaku dan konsumen. ”Saya perintahkan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi untuk mampu menggerakkan ekonomi isndustrinya lewat industri jamu,” tegas Bupati Novi Rahman.
Bupati juga medorong Dinas terkait agar jamu produksi dari Nganjuk mendapat pengakuan dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional
”Indonesia memiliki berbagai macam tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat tradisional. Kab Nganjuk sendiri kaya berbagai jenis jamu tradisional. Diharapkan, melalui festival ini, dari Kabupaten Nganjuk akan muncul sebagai pusat peradaban kebudayaan, melalui festival jamu yang merupakan warisan budaya nusantara,” pungkas Bupati Novi Rahman.
Dalam kegiatan ini juga diadakan lomba meracik jamu yang diikuti 70 penjual jamu gendong dari 100 orang peserta yang diundang hadir. Kriteria lomba yang akan dinilai dewan juri sendiri adalah dari segi cita rasa dan penyajian atau kemasannya. Dari pantauan Bhirawa di lokasi, para penjual jamu secara bergantian meracik jamu buatanya sendiri di depan dewan juri, kemudian mereka menyajikan jamu tersebut kepada masing-masing juri yang berjumlah tiga orang. [adv.ris]

Tags: