Pemerintah Kabupaten Bondowoso Gelar Kontes Sapi Hasil IB

Bupati Bondowoso Salwa Arifin saat memberikan penghargaan kepada Camat Maesan sebagai juara umum kontes sapi ternak hasil IB.(Ihsan Kholil/Bhirawa)

(, Upaya Meningkatkan Sub Sektor Peternakan di Bondowoso)
Bondowoso, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Peternakan kembali menyelenggarakan kontes sapi hasil Inseminasi Buatan (IB).
Bupati Drs KH.Salwa Arifin mengatakan, kegiatan kontes yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah berupaya untuk meningkatkan sub-sektor peternakan. Agar di Bondowoso bisa sebagai lumbung ternak. Melalui kontes ternak sapi bisa jadi ajang promosi dalam mengembangkan sapi hasil IB di Bondowoso.
“Populisasi ternak di Bondowoso sangat tinggi. Keadaan itu bisa menjadikan Bondowoso sebagai lumbung ternak, sedangkan peternak sapi yang memenangkan kontes ini, diberi penghargaan yang secara otomatis mampu memotivasi peternak lainnya untuk mendulang sukses dalam kontes ternak berikutnya,”jelasnya Kamis (5/9).
Sementata itu, Ketua panitia kontes ternak sapi IB 2019 sekaligus Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Edi Poernomo, mengatakan, kontes ternak sapi merupakan ekspos hasil ternak IB yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan populasi sapi potong.
“Jadi gol dari kontes ternak sapi ini, salah satunya adalah apresiasi terhadap peternak dalam pemeliharaan sapi dan juga apresiasi kepada petugas kawin suntik Dinas Pertanian, karena tanpa para petugas kawin suntik program swasembada sapi yan diprogramkan oleh pemerintah tidak berjalan maksimal,” ungkapnya.
Kontes ternak sapi sendiri menjadi ajang sharing antar peternak sapi teknik pemeliharaannya, yang juga ada produsen obat dan membentuk mengedukasi tentang pakan dan pengobatan.
Dalam kontes ternak sapi hasil IB di Alun-Alun Kecamatan Tamanan selama dua hari berlangsung, diikuti oleh 113 kontestan dengan berbagai kategori.”Diantaranya, kategori pedet jantan, pedet betina, induk, calon induk, kereman, dan calon kereman,”terangnya.
Pantauan di lapangan, yang keluar sebagai juara umum yaitu Kecamatan Tamanan.
Teknisnya panitia, lanjut Edi Poernomo mengunakan dua sistem penilaian. Penilaian kualitatif dan penilaian kauntitatif. Penilaian kualitatif merupakan penilaian yang dilakukan secara menyeluruh seperti tampilan, bulu dan kepala. Sedangkan, untuk penilaian kualitatif kata Edi difokuskan angka. Seperti lebar pinggul, tinggi badan dan lingkar dada.
“Selain melakukan penilaian secara umum seperti tampilan bulu dan kepala, kita juga memberlakukan penilaian secara angka. Seperti berapa tinggi badan, lebar pinggul dan lingkar dada,” pungkasnya.(mb11)

Tags: