Pemerintah Kabupaten Bondowoso Cairkan Insentif Guru Ngaji

Bupati Drs KH Salwa Arifin saat memberikan langsung insentif kepada salah satu guru ngaji di Kecamatan Bondowoso. [Ihsan/Bhirawa
]

Bondowoso, Bhirawa
Insentif guru ngaji yang merupakan janji politik Bupati dan Wakil Bupati saat berkampanye tahun 2018 waktu lalu. Yang awalnya Rp 800 ribu menjadi Rp 1,5 juta akhirnya dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada, hari Rabu (16/10).
Melalui verifikasi dan validasi data, intensif guru ngaji marupakan pencarian pertama kali di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Bondowoso, Maesan, Wonosari, Prajekan dan Tenggarang.
Dalam pencairan tersebut, Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin, datang langsung di setiap kecamatan. Bahkan bupati Salwa memberikan langsung intesif itu kepada guru ngaji, secara simbolis.
Bupati Salwa Arifin mengatakan, bahwa pencairan insentif itu terbilang telat, karena seharusnya sudah bisa dicairkan pada awal tahun. “Masalah administrasi yang menghambat ini, masalah nama, alamat. Sebetulnya itu yang menghambat. Kalau kami pemerintah sangat siap kapan saja,” katanya.
Lanjut Bupati Salwa menjelaskan, bahwa sebenarnya penerima di Kecamatan Bondowoso sebanyak 312, namun yang bisa dicairkan hari Rabu (16/10) sebanyak 164.
Hal itu, karena kesalahan nama di administrasi, termasuk karena sudah meninggal. Dari hal itu, Bupati meminta agar Camat dan Lurah/Desa mengkordinir untuk melakukan perbaikan, bagi yang belum bisa dicairkan.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bondowoso sebagai sektor dalam kesejahteraan pendidikan karakter. Kepala Dikbud Harimas mengatakan, bahwa insentif guru ngaji yang belum cair ada kendala dalam pendataannya.
“Kendalanya hanya di nama. Misalnya di KTP namanya Harimas, justru di data namanya Pak Yanti karena anaknya bernama Yanti. Setelah dicek tak ada namanya Pak Yanti,” jelasnya.
Maka dari itu, Harimas meminta, agar pihaknya segera melakukan perbaikan, yakni melalui surat keterangan dari Pemdes/Lurah mengenai nama yang tidak sama tersebut.
“Perbaikan lebih cepat lebih baik. Kalau lambat menyampaikan, tentunya kita tinggal. Dalam artian, tidak menunggu yang tidak selesai-selesai. Kalau begitu bisa tahun depan ini,” terangnya. Bahkan pihaknya berkomitmen untuk menjemput bola, mengenai perbaikan masalah administrasi ini. [mb11]

Tags: