Pemeriksaan Fuad dalam Kasus Gubeng Sudah Clear

Fuad Benardi

Polda Jatim, Bhirawa
Pemeriksaan Fuad Benardi, anak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam kaitannya dengan kasus amblesnya Jl Raya Gubeng Surabaya dinyatakan clear (bersih). Penyidik Polda Jatim menyatakan Fuad tidak ada hubungannya dengan kasus ini.
“Fuad tidak ada hubungannya dalam kasus ini. Yang dia bertemu di salah satu hotel, itu juga tidak diakui oleh yang bersangkutan. Sudah kita konfrontirkan dengan saksi yang menyatakan bahwa sudah ketemu. Dan ternyata tidak ada,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Minggu (28/4).
Barung menjelaskan setelah dikonfrontirkan dengan keterangan saksi-saksi, memang sudah dinyatakan seperti itu. “Memang sudah tidak ada hubungannya dengan kasus Gubeng ini, alias sudah clear,” jelasnya.
Ditanya terkait adakah tambahan saksi-saksi yang diperiksa dalam kasus ini, Barung enggan merincikan. Menurutnya, kasus ini berjalan terus dan akan dikembangkan. Begitu juga dengan melengkapi P18 dan P19 yang dilakukan jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Barung mengaku, penyidik masih bekerja melengkapi berkas kasus ini.
“Untuk berkasnya masih kita lengkapi sesuai petunjuk jaksa. Kasus ini berjalan terus, dan enam tersangka itu baru kontruksinya. Belum yang satunya bagian perizinan. Eri (Eri Cahyadi, red) dan lain sebagainya sudah dipanggil,” tegasnya.
Terpisah, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim Asep Mariyono mengaku kejaksaan masih mendalami berkas P19 dari penyidik kepolisian. Pada berkas kasus Gubeng ini, lanjut Asep, P18 dan P19 sudah disertai dengan petunjuk dari jaksa. Karena ada yang harus dipenuhi untuk memenuhi unsur yang disangkakan.
“Belum dikembalikan dan masih di penyidik (polisi), kan baru satu kali. Ada beberapa petunjuk yang harus dipenuhi. Kita ingin tahu niat jahatnya ada apa tidak, dan semua pihak yang bertanggungjawab dalam kasus ini minta diperiksa,” ucap Asep.
Masih kata Asep, tidak ada batasan waktu untuk berkas diserahkan ke Kejaksaan. Yang ada yakni batas waktu penelitian berkas oleh Jaksa Peneliti, yakni selama 14 hari. Kalau berkas dikembalikan ke penyidik, tidak ada batas waktunya. Dan koordinasi itu dilakukan oleh Jaksa Peneliti dan penyidik Polda Jatim.
Dalam kasus ini Polda Jatim menetapkan enam orang tersangka. Ke enamnya yaitu RH selaku Projek Manager PT Saputra Karya , AP selaku Side Manager dari PT NKE , BS selaku Dirut PT NKE , RW selaku Manager PT NKE , LAH selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan AK yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya. [bed]

Tags: