Pembangunan Tenda Pendidikan Bencana BPBD Jatim Dikebut

Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono.

Surabaya, Bhirawa
Pembangunan Tenda Pendidikan Bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim terus dikebut. Dengan adanya tenda yang bertujuan untuk memberi pemahaman mitigasi bencana ini, BPBD Jatim akan menyasar sosialisasi mitigasi bencana di lingkungan pendidikan.
“Saat ini masih tahap pemavingan (Tenda Pendidikan Bencana, red). Semoga bisa segera rampung dan dapat digunakan untuk mengedukasi adik-adik maupun pelajar sekolah,” kata Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono dikonfirmasi Bhirawa, Rabu (3/4).
Nantinya, lanjut Suban, Tenda Pendidikan Bencana ini akan diisi foto-foto maupun video mengenai mitigasi bencana maupun terkait bencana-bencana yang ada. Dengan harapan dapat mengedukasi anak-anak sekolah mengenai apa itu bencana alam, dan bagaimana cara mengurangi risiko terjadinya bencana.
“Tenda ini memang untuk pendidikan bencana. Nantinya akan mengedukasi adik-adik maupun murid TK, SD, SMP dan SMA tentang mengurangi risiko bencana (mitigasi bencana),” jelasnya.
Suban menambahkan, tenda yang nantinya di tempatkan di Kantor BPBD Jatim ini bisa dikunjungi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Sebab, selama ini banyak anak-anak dari mulai sekolah TK sampai dengan SD datang ke kantor BPBD Jatim. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pendidikan bencana yang sudah ada.
Dengan adanya Tenda Pendidikan Bencana, Suban lebih mengkhususkan bagi kalangan pendidikan maupun murid-murid sekolah untuk mendapat edukasi tentang mitigasi bencana. Sebab, Suban melihat selama ini persepsi masyarakat terbentuk apabila sudah terjadi bencana. Nah, Tenda Pendidikan Bencana ini akan memberikan sosialisasi terhadap anak-anak hingga anak dewasa.
“Intinya, kami memberikan tempat khusus untuk edukasi mengenai bencana dan juga tentang bagaimana cara mengurangi risiko bencana. Jadi anak-anak ini diharapkan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan kalau misalnya ada bencana gempa bumi. Tujuannya untuk mengedukasi,” harapnya.
Ditanya mengenai rencana pendidikan mitigasi bencana dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, Suban mengaku saat ini pihaknya belum masuk ke arah itu. Saat ini, pihaknya masih memfokuskan pada Desa Tangguh Bencana.
“Sampai sekarang kita belum mengarah kesana. Kita masih mau memperkuat Desa Tangguh Bencana yang sudah tersebar di seluruh wilayah Jatim,” pungkasnya. [bed]

Tags: