Peluang Bisnis Event Organizer di Hari Jadi Kabupaten Sampang Ke-396

Pintu masuk Pasar rakyat “Sapoloh Areh” dilapangan wijaya kusuma Sampang, Rabu (6/11) siang. [m kholis, bhirawa]

Sampang,Bhirawa
Bisnis event organizer (EO) menjadi peluang menggiurkan di momentum hari jadi Kabupaten Sampang 396 tahun 2019. Pasalnya EO yang merupakan pihak ketiga dari luar Sampang bisa menggelar pasar rakyat dengan beberapa hiburan artis Jawa Timur.
Kemeriahan pasar rakyat “Sapoloh Areh” yang dikemas hari jadi Kabupaten Sampang berlangsung selama 10 hari mulai 4-13 November 2019 di lapangan Wijaya Kusuma, Kecamatan Sampang Kota. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dilapangan ada 200 stand mulai OPD dan pihak swasta ikut meramaikan kegiatan tersebut, sedangkan setiap stand dikenakan sewa sebesar Rp.2.000.000 yang masuk pada pihak pengelola.
Kabid Budaya Pariwisata (Budpar) Disporabudpar Sampang, Lilis Listiawati, ia menjelaskan terkait event organizer (EO) pelaksanaan Sampang (Sapoloh Areh) di Lapangan Wijaya Kusuma, EO nya dari luar Sampang yakni DMR PRODUCTION bukan Disporabudpar. Rabu (6/11/2019).
Saat ditanya terkait stand OPD Sampang yang menyewa tempat selama 10 hari dengan masing-masing Rp. 2.000.000. Lilis tidak menjawab dan menyarankan untuk menanyakan langsung pada pihak EO.
Hal berbeda disampai Imam Sanusi Plt Kepala Disporabudpar Kabupaten Sampang, ia menjelaskan pelaksana bukan Diaporabudpar tapi EO dari luar Sampang, bahkan stand kami Disporabudpar tetap di kenakan sewa 2 juta.

Stand Pasar rakyat “Sapoloh Areh” yang dikemas hari jadi Kabupaten Sampang dilapangan wijaya kusuma

Sementara ditempat yang berbeda, salah satu Camat yang tidak ingin disebut namanya, ia menjelaskan kami menempati 1 stand dengan ukuran 3×3 meter bayar sewa sebesar Rp.2000.000 melalui Disporabudpar dan akan disampaikan pada pihak EO.
“Terkait anggaran sewa, kami menggunakan anggaran pameran yang ada di Kecamatan”teranga Camat yang tidak ingin disebut namanya.
Sementara Moh Iqbal Fathoni Anggota DPRD Sampang, sangat menyayangkan momentum hari jadi sampang 2019 dengan pameran rakyat harus memakai EO dari luar Sampang, apakah orang Sampang dianggap tidak mampu melaksanakan kegiatan tersebut.
“Jika benar EO pelaksana merupakan orang luar Kabupaten Sampang, Ini membuktikan bahwa kita tidak berbasis data, apakah tidak ada data EO di Sampang, saya yakin banyak temen-temen yang asli Sampang cukup mampu melakukan kegiatan tersebut, terlebih lagi stand yang buka dilapangan masih dikenakan tarif sewa, jika EO luar maka tidak akan berpikir lain-lain selain keuntungan semata”.tegas Moh Iqbal Fathoni yang akrap disap bung fafan.(lis)

Tags: