Pelajar Kota Santri Ngabuburit di Perpustakaan Apung Grand Pathek

Sejumlah pelajar dan warga Kota Santri menggunakan waktu luang dibulan suci ramadan dengan banyak membaca di perpustakaan apung di lokasi wisata Grand Pathek Desa Gelung Situbondo, Senin (13/5). [sawawi]

Situbondo, Bhirawa
Memasuki bulan ramadan, banyak sejumlah warga bersama siswa dan pelajar ngabuburit diberbagai lokasi wisata di Kota Santri Situbondo. Itu dilakukan sebagian diantara para pelajar seusai menimba ilmu di sekolah masing masing. Selain untuk mencari malam datang menjelang berbuka puasa, para pelajar juga mencari tambahan ilmu di sebuah lokasi perpustakaan apung di wisata Grand Pathek Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
Kiki salah satu pelajar Situbondo mengaku sangat senang saat memasuki bulan ramadan. Selain untuk menjalankan kewajiban ibadah puasa, kata Kiki, ia bersama teman temannya juga mencari tempat wisata paling favorit yang didatangi para kaum muslim sambil menunggu waktu berbuka puasa. Salah satunya perpustakaan apung Grand Pathek di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan. “Disini (Perpustakaan Apung, red) selain dapat melihat keindahan pantai disore hari, juga bisa menimba ilmu dari buku buku yang dipajang perpustkaan apung Grand Pathek,” aku Kiki.
Kata Kiki, belakangan ini, perpustakaan apung di Grand Pathek mulai banyak diminati pengunjung. Banyak kaum muslimin dan kalangan pelajar, ungkap Kiki, yang sengaja menghabiskan waktunya di perpustakaan apung pada sore hari. Tak hanya bisa menikmati pemandangan laut yang eksotik, para pelajar juga bisa membaca buku di dalam perpustakaan. “Di lokasi perpustakaan apung ini juga disediakan berbagai macam buku bacaan bagi anak-anak dan kalangan pelajar,” ujar Kiki.
Terpisah, Hosdinariyanto, salah seorang pengunjung asal Kecamatan Jangkar, mengaku sengaja mengajak istri dan anak-anaknya yang masih pelajar untuk ngabuburit di perpustakaan apung karena tempatnya sangat menyenangkan. Masih kata Hosdinar, ia sangat kerasan berada di perpustakan apung tersebut karena fasilitas bacaannya cukup lengkap untuk anak anaknya. “Saya berharap akan banyak perpustakaan apung serupa di tempat lain. Konsep destinasi wisata yang dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan akan sangat menyenangkan,” ujar Hosdinar.
Hosdinar menuturkan, pelajar dan masyarakat muslim yang ingin melakukan ngabuburit sekaligus belajar bisa mendatangi perpustakaan apung Grand Pathek. Selain menjadi wisata alternatif (pilihan) setiap pengunjung hanya dikenai biaya retrebusi masuk sebesar 3000 rupiah. “Tarifnya cukup terjangkau. Tetapi banyak manfaat yang kita dapatkan, terutama mengajak anak dan pelajar untuk menyukai membaca dengan datang ke Perpustakaan Apung di Grand Pathek Situbondo,” pungkas Hosdinar. [awi]

Tags: