Pekan Olahraga Tradisional Jatim 2018 di Madiun

Selain kekuatan, kekompakan juga diperlukan untuk meraih kemenangan di lomba terompah panjang. [Wawan triyanto]

Gali Atlet untuk Pekan Otrad Nasional 2019
Madiun, Bhirawa
Pekan olahraga tradisional (Otrad) se-Jatim tahun 2018 digelar di Kota Madiun yang berlangsung pada tanggal 26 hingga 28 November. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Jatim tersebut diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di provinsi setempat.
Menurut Kadispora Jatim Supratomo, mengatakan kegiatan pekan olahraga tradisional tersebut merupakan upaya Dispora Jatim dalam melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional yang merupakan warisan budaya bangsa. Serta menciptakan kondisi hidup sehat dengan cara peningkatan kesegaran jasmani.
“Olahraga tradisional merupakan warisan leluhur. Kegiatan itu sangat erat kaitannya dengan budaya, agama, dan tradisi masyarakat sehingga perlu dipertahankan serta dilestarikan keberadaannya untuk memperkaya budaya bangsa,” ujarnya saat menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Tradisional tingkat Jatim 2018 di Lapangan Gulun Kota Madiun, Selasa (27/11).
Selain melestarikan tradisi dan budaya masyarakat, olahraga tradisional juga merangsang anak-anak untuk aktif bergerak, sehingga badan menjadi sehat. “Sekarang ini eranya digital. Anak-anak itu sukanya main “gadget”, sehingga mereka kurang bergerak. Kalau olahraga tradisional ini kita kembangkan maka mereka semakin sehat dan produktivitas semakin meningkat,” kata dia.
Lebih lanjut Supratomo menjelaskan, kegiatan itu juga untuk mencari atlet terbaik yang akan bergabung dengan Kontingen Jatim di ajang Pekan Olahraga Tradisional 2019. “Kita akan memantau dan memilih atlet terbaik,” katanya.
Dalam ajang ini terdapat lima olahraga tradisional yang dilombakan. Yakni, hadang putri, dagongan putri, egrang putra, terompah panjang putra, dan sumpitan putra. Jumlah peserta yang terlibat dalam agenda tersebut mencapai sekitar 407 orang yang berasal dari 38 perwakilan kota/kabupaten di wilayah Jatim.
Peserta bukan hanya dari kalangan pelajar, tetapi juga dari kalangan masyarakat umum non-anggota TNI/Polri dengan rentang usia 17-40 tahun.
Sementara Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menyambut baik agenda yang baru pertama kali digelar di Kota Madiun tersebut. Kota Madiun mendukung penuh kegiatan positif itu, baik dari segi fasilitas tempat maupun anggaran.
“Terus terang, baru pertama kali ini Kota Madiun ikut. Saya harap para atlet yang ikut bertanding mempersiapkan diri, mengembangkan diri, dan optimal agar mendapat hasil yang maksimal,” ungkap Wali Kota Sugeng Rismiyanto.
Adapun, sejumlah permainan rakyat yang sudah cukup dikenal masyarakat di Indonesia dan menjadi olahraga tradisional di antaranya egrang, terompah panjang, patok lele, gobak sodor (hadang), sumpitan, gebuk bantal, gasing, lari balok, tarik tambang, benteng, dagongan, panjat pohon pinang, sepak raga, lomba perahu, lompat batu nias, dan karapan sapi. [dar/ant]

Tags: