Pekan Ini Kejati Jatim Tentukan Nasib Berkas Pekara Jalan Gubeng

Aspidum Kejati Jatim, Asep Maryono menjelaskan perkembangan berkas perkara amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Senin (24,6). [abednego/bhirawa]

Kejati Jatim, Bhirawa
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim memastikan dalam minggu-minggu ini akan menentukan ‘nasib’ berkas perkara amblesnya Jl Raya Gubeng, Surabaya. Ini dilakukan setelah penyidik Polda Jatim mengembalikan berkas perkara ini disertai dengan pemenuhan petunjuk dari Jaksa Peneliti.
“Berkas sudah kembali. Kami mempunyai waktu 14 hari untuk menentukan sikap, apakah berkas itu dinyatakan lengkap (P21) atau kah dikembalikan lagi. Yang pasti dalam minggu ini sudah ada sikap,” kata Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Maryono, Minggu (23/6).
Asep menjelaskan, dalam perkara ini ada enam tersangka yang di splitising (pemecahan satu berkas perkara) menjadi dua berkas. Pihaknya mengaku, splitsing itu merupakan pertimbangan dari penyidik.
“Tersangkanya masih tetap enam, dan berkas di split jadi dua. Kalau melihat isinya berdasarkan daripada peran masing-masing tersangka, ada beberapa perusahaan. Dan itulah dikelompokkan pada masing-masing berkas,” jelasnya.
Disinggung mengenai adakah penahanan keenam tersangka, apabila berkas dinyatakan P21, Asep enggan berspekulasi. Menurutnya, saat ini Jaksa Peneliti memiliki waktu 14 hari untuk meneliti berkas, apakah petunjunk yang diberikan Jaksa kepada penyidik Polisi sudah dipenuhi atau tidak. Jika sudah, maka berkas dinyatakan P21. Namun jika belum, pihaknya akan mengembalikan berkas dengan petunjuk kekurangannya.
“Nanti kita lihat dulu, kan belum. Berkas nya saja baru diteliti oleh Jaksa Peneliti kasus ini. Sabar dulu lah,” tegasnya. Sebelumnya, penyidik Polda Jatim menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus amblesnya Jl Raya Gubeng, Surabaya, pada Selasa (18/12) malam.
Keenam tersangka itu antara lain RH selaku Projek Manager PT Saputra Karya; AP selaku Side Manager dari PT NKE; BS selaku Dirut PT NKE; RW selaku Manager PT NKE; LAH selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan AK yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya.
Dalam berkas perkara tersebut pasal yang disangkakan berbeda-beda. Dalam berkas pertama, penyidik menetapkan tiga tersangka dengan Pasal 192 ke-2 KUHP atau Pasal 63 ayat (1) UU NO 38 Tahun 2004 tentang jalan. Sedangkan dalam berkas yang kedua ada Pasal tambahan seperti Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta. [bed]

Tags: