Pedagang Tuntut Realisasi Pembangunan Pasar Kertosono Nganjuk

Kondisi Pasar Kertosono setelah mengalami musibah kebakaran pada Oktober 2017 silam.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Masyarakat dan pedagang Pasar Kertosono menunggu kepastian realisasi pelaksanaan pembangunan pasar yang terbakar pada Oktober 2017 silam. Sudah hampir dua tahun sampai saat ini belum ada kejelasan atas pembangunan atas Pasar Kertosno tersebut.
“Sejauh ini kabarnya masih simpang-siur, belum ada kejelasan terkait dimulainya pelaksanaan pembangunan (Pasar Kertosono),” ujar Bambang Riswantoro, Ketua Forum Kertosono Bangkit (FKB).
Bambang Riswanto menambahkan, pihaknya sempat mendengar jika Pemkab Nganjuk berencana merelokasi pasar ke daerah Jabon, Desa Lambang Kuning. Tetapi hingga saat ini ternyata belum ada kejelasannya.
“Kami selaku warga meminta Pemkab Nganjuk segera merealisasikan rencana pembangunan Pasar Kertosono,” pintanya.
Menurut Bambang Riswantoro, sebenarnya masyarakat dan pedagang tidak mempermasalahkan apakah lokasinya akan dipindah atau tidak, namun diharapkan Pemkab Nganjuk segera merealisasikan. Pasalnya, keberadaan Pasar Kertosono sangat penting karena sebagai pintu gerbang transaksi produk agrobisnis wilayah Kertosono, Perak Kabupaten Jombang dan Purwoasri Kabupaten Kediri.
Seperti pernah diberitakan, 600 kios di Pasar Kertosono Nganjuk rata dengan tanah setelah dilalap api. Enam belas mobil pemadam kebakaran yang merupakan bantuan dari Pemkab Jombang, Pemkot dan Pemkab Kediri serta sejumlah mobil pemadam dari swasta baru mampu menjinakkan api.
Akibat kebakaran tersebut sekitar 750 pedagang Pasar Kertosono yang kiosnya rusak akibat kebakaran, Pemkab Nganjuk merencanakan relokasi ke lahan yang merupakan aset daerah di Kelurahan Banaran Kecamatan Kertosono.
Pedagang Pasar Kertosono tercatat ada 750 yang akan direlokasi. Dimana yang 600 pedagang yang kiosnya rusak total, sementara yang 150 pedagang yang kiosnya rusak berat. Lokasi untuk relokasi saat ini memang belum ideal karena lahan yang ditempati nantinya tidak bisa menampung semua pedagang. Pasalnya, luas lokasi relokasi tidak sebesar lokasi Pasar Kertosono.
Selama ini Pasar Kertosono menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 405 juta/tahun. Karena para pedagang yang berjualan di lokasi Pasar Kertosono dikenai ratribusi antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500 setiap kiosnya, tergantung besar kecil kios yang ditempati pedagang. Total retribusinya rata-rata sekitar Rp 33 juta/bulan, dalam setiap tahunnya PAD dari Pasar Kertosono mencapai Rp 405 juta/tahun. (ris)

Tags: