PDI Perjuangan Diharapkan Tidak Merekom Petahana

Habib Ahmad Al Muhdor

Jember, Bhirawa
PDI Perjuangan diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam Pemilukada sertentak 2020 mendatang di Jember. Oleh sebab itu, partai berlogo banteng mulut putih dalam lingkaran ini harus lebih selektif dan jeli melihat rekam jejak calon yang bakal diusung dalam pemilukada 2020 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Habib Ahmad Al Muhdor adik kandung Habib Sholeh Al. Muhdor elit politik PDI Perjuangan dan Jurkamnas TKN, Kamis (19/9) kemarin.
“Saya berharap agar PDI Perjuangan tidak merekomendasi patahana, yang selama ini gagal memimpin di Jember dan tidak pro rakyat,” tegas warga Jember ini kemarin.
Habib Ahmad mengatakan, selama kepemimpinan Bupati Faida di Jember, Jember mengalami kemuduran. Bahkan banyak kebijakan-kebijakan tidak pro rakyat.
“Salah satu bukti, saat ini banyaknya Kepala OPD yang kosong dan dijabat oleh pelaksana tugas(Plt) yang kewenangannya terbatas. Sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak optimal dan cenderung menurun,” ujar Habib mencontohkan.
Bantuan kepada 711 Pondok Pesantren (Ponpes) yang sudah berjalan sejak 2006 lalu, ditiadakan. Honor kepada guru ngaji di Jember yang jumlahnya 27 ribu lebih, dikepras menjadi 13 ribu orang.
Bantuan peningkatan kesejahteraan bagi guru honorer tidak terwujud. Sekitar ratusan milyar anggaran APBD yang tidak dibelanjakan (Silpa tinggi), pembangunan puskesmas dan pasar bermasalah dan jadi temuan BPK RI dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan yang membuat tidak berjalannya roda pemerintahan di Jember.
“Semua permasalahan diatas, menjadi raport merah bagi Faida selama 4 tahun menjabat sebagai bupati Jember,” katanya kemarin. Oleh karena itu, Habib Ahmad berharap kepada elit PDIP tidak merekomendasi patahana dalam Pemilukada serentak 2020 di Jember.
“PDI Perjuangan diharapkan merekomendasi calon yang dikehendaki oleh masyarakat bawah dan memiliki kredibilitas dan kinerja yang mumpuni dalam menjalankan roda pemerintahan di Jember,” pungkasnya. [efi]

Tags: