Pasca Gempa, Kepala BMKG Tuban Dihimbau Warga Tetap Waspada

Desindra Deddy Kurniawan (Kepala Badan BMKG Kabupaten Tuban)

Tuban, Bhirawa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kabupaten Tuban, meminta masyarakat agar tetap waspada saat terjadi gempa susulan, mengingat gempa susulan mungkin bisa saja terjadi sewaktu-waktu, setelah dua kali Gempa yang mengguncang di sebagian perairan wilayah Kabupaten Tuban siang tadi, Kamis (20/9/2019).
Gempa yang terjadi pada titik lokasi 6.40 LS 111.84 BT (58) Km Barat Laut Tuban – Jatim. Pertama Gempa Magnitude 5.6 skala richter (SR) terjadi pukul 14:06:31. Sedangkan, gempa kedua terjadi pukul 14:31:59 dengan kekuatan 6.0 SR, pada kedalaman 656 kilometer.
“Kami minta masyarakat untuk tetap waspada barangkali masih ada gempa susulan dan terus memantau informasi dari BMKG,” ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban, Desindra Deddy Kurniawan.
Lebih lanjut, Desindra menambahkan, pihaknya dan beberapa petugas yang berada di stasiun BMKG Tuban, sempat merasakan gempa yang kedua. Bahkan sempat berhamburan keluar gedung.
“Untuk gempa yang kedua kita merasakan dengan skala sekitar 3 MMI. Namun tidak berpotensi Tsunami,” imbuh Desindra saat ditemui di kantornya.
Meski demikian, pihaknya belum menerima laporan kerusakan yang dirasakan warga akibat terjadinya gempa tersebut. Namun, karena pusat gempa berada di kedalaman sehingga cakupan gempa spektrumnya lumayan luas. Bahkan bisa dirasakan hingga ke Bali dan Lombok.
“Kita masih memantau dan menunggu BMKG Pusat atas aktivitas gempa yabg terjadi di wilayah perairan Tuban,” katanya.
Hal yang sama juga di sampaikan, Kapolsek Tuban, Iptu Geng Wahono. Pihaknya mendapatkan laporan dari beberapa pihak terkait. Kapolsek dan anggotanya melakukan penyisiran di sejumlah pesisir kota Tuban, untuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar tenang dan waspada, saat terjadi gempa.
“Kita tadi langsung patroli ke wilayah pesisir Tuban, dan tadi sempat tanya tidak merasakan gempa. Tapi apapun itu, masyarakat harus tetap waspada dan selalu menyimal siaran berita dari BMKG,” terang Iptu Geng Wahono. (Hud)

Tags: