Pasca Disegel Mahasiswa, Ruangan Undar Jombang Dipasang ‘Police Line’

Sejumlah ruangan yang tampak dipasangi garis polisi (police line), Rabu sore (13/03). Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Setelah terjadi aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang yang diwarnai aksi penyegelan sejumlah ruangan kantor Fakultas oleh mahasiswa, Senin (11/03) kemarin, kini sejumlah kantor fakultas tersebut terlihat dipasangi garis polisi (police line).
Sejumlah police line itu terpasang di sejumlah ruangan yang telah disegel oleh mahasiswa pada aksi unjuk rasa. Kayu balok berukuran satu meter dan kertas bertuliskan ‘ruangan ini diboikot’ masih terlihat terpasang di pintu-pintu yang dipasang ‘police line’. Ruangan-ruangan tersebut antara lain, kantor Yayasan Undar, kantor fakultas FKIP, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Agama Islam, dan gedung Pasca Sarjana, serta gerbang utama kampus sebelah timur.
Menurut keterangan salah seorang petugas keamanan kampus, Abdurrohim, pemasangan ‘police line’ dilakukan oleh empat orang anggota polisi dari Polres Jombang, pada Rabu siang (13/03).
“Ini tadi habis duhur. Tadi setiap fakultas (disegel), dari polres langsung,” jelasnya saat diwawancarai di kampus Undar, Jombang, Rabu sore (13/03).
Abdurrohim menambahkan, ruangan yang yang dipasangi ‘police line’ oleh pihak kepolisian merupakan ruangan yang sebelumnya disegel oleh sejumlah mahasiswa saat menggelar unjuk rasa beberapa hari yang lalu.
“Ya, ruangan yang disegel oleh mahasiswa kemarin,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu menjelaskan, pemasangan ‘police line’ tersebut dilakukan setelah adanya laporan pihak yayasan Undar pada Selasa (12/03) kemarin, terkait adanya penyegelan beberapa ruangan kantor fakultas di Undar.
“Awalnya minta segelnya dilepas, tapi kita tetap ‘police line’. Kita tetap lakukan lidik,” jelas AKP Azi saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Ditanya lebih lanjut terkait hubungan aksi unjuk rasa mahasiswa Undar dengan laporan pihak yayasan Undar, pihaknya masih akan mendalami hal tersebut.
“Sudah ada empat saksi. Kita masih dalami terkait kasus itu,” tutupnya.(rif)

Tags: