Pasar Lelang Komoditi Agro di Kabupaten Lamongan Tembus Rp1 M

Pasar Lelang Komoditi Agro Disperindag Lamongan menunjukkan nominal yang fantastis.(Alimun Hakim/Bhirawa)

Lamongan, Bhirawa
Pasar Lelang Komoditi Agro yang di gelar di Hall Hotel Grand Mahkota, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur memunculkan nilai transaksi yang megilan (Luar biasa, -red). Sebab, Pasar lelang komiditi yang di selenggarakan 1 tahun selama 4 kali tersebut nominalnya berhasil menembus angka milyaran rupiah hanya dalam hitungan 1 hari.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perdagangan M. Zamroni. “Hari ini saja bisa tembus 30.448.000.000 rupiah. Pasar lelang komoditi diadakan 1 tahun 4 kali, ini yang ketiga,” kata M Zamroni, di sela-sela pembinaan usaha, sarpras pedagang, pasar lelang komoditi, Selasa, (10/9).
Zamroni merincikan, transaksi lwlang komoditi agro didominasi oleh komoditas, jagung, beras, dan keripik. “Omzet terbesar jagung, permintaan tembus 200 ton,” ucapnya. Disamping itu, ada pula produk-produk lainnya seperti, kacang, biji kangkung, keripik, emping, dan telur.
Zamroni menguraikan, pemilik barang atau petani, datang ke pasar lelang komoditi agro ini, hanya membawa contoh barang yang mereka jual saja. Sementara barang dagangannya ada di rumah. “Barang sudah dilihat, habis itu ditunjukkan kesiapan penjual, dan pembeli siap berapa ton,” ujarnya.
Ia mencontohkan, seperti transaksi jagung sebanyak 100 ton, terjual dengan harga Rp 4.100. “Transaksi di sini dan ada MoU setelah deal, antara pemilik barang dan pembeli,” tutur Zamroni. Bahkan, Bank Jatim dihadirkan untuk memfasilitasi permodalan apabila ada permintaan dari pembeli atau penjual. Lebih lanjut
Ia menjelaskan, pasar lelang komoditas pertanian yang digelar Disperindag ini mempertemukan antara 26 pemilik barang yang sebagian besar berasal dari Lamongan dengan pembeli. “Rata-rata pembelinya dari paguyuban pasar , seperti Puspa Agro, Jemundo Sidoarjo, Pabean Surabaya, Pasar Kembang Surabaya, dan para Himpunan Kelompok Tani Indonesia(HKTI)” tuturnya.
Sementara itu, satu di antara pemilik barang yang mengikuti pasar lelang komoditas agro, David Dwi Prasetyo, mengaku hanya menyediakan contoh produknya saa. “Kalau di rumah sampai panen bisa ada 200 ton,” katanya. Ia pun menyebut, petani sangat diuntungkan dengan adanya pasar lelang komoditi agro di Lamongan ini. “Adanya lelang ini semakin bisa melebarkan usaha. Baru sekali ini ikut, ini tadi laku 100 ton,” ujar pria asal Desa Kedungsuko, Kecamatan Mantup ini.[aha]

Tags: