Pangdam Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Jaga Kondusifitas Jatim

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi beserta jajaran disela-sela Rapim Kodam V Brawijaya tahun 2019 di Gedung Balai Prajuri Kodam V Braijaya, Selasa (19/2). [abednego]

Rapim Kodam V Brawijaya Tahun 2019
Surabaya, Bhirawa
Rapat Pimpinan (Rapim) tahun 2019 yang digelar di Gedung Balai Prajurit Kodam V Brawijaya, Selasa (19/2) dihadiri seluruh Komandan Kodim dan Kabalak jajaran Kodam V Brawijaya. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi menekankan sikap kewaspadaan dan kesiapsiagaan prajurit Kodam V Brawijaya dalam menjaga kondusifitas Jatim.
Pangdam mengatakan, Rapim ini dilakukan untuk menyampaikan evaluasi program kerja tahun 2018. Kemudian dilanjutkan dengan penekanan pokok-pokok kebijakan pimpinan untuk pelaksanaan program kerja tahun 2019. Masih kata Pangdam, Rapim Kodam V Brawijaya ini juga merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI AD di Markas Besar Angkatan Darat pada 1 Februari 2019 lalu.
Sambung Pangdam, pokok-pokok Rapim tahun ini sesuai dengan tema Rapim, yakni “Kodam V Brawijaya yang Profesional, Loyalitas dan Manunggal Dengan Rakyat, Siap Mendukung Tugas Pokok TNI AD”. Dengan tema tersebut, dapat memperkokoh karakter keprajuritan sesuai jati dirinya. Yakni sebagai prajurit rakyat dan manunggal dengan rakyat, dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang memberikan pengaruh signifikan, baik secara internal maupun eksternal.
“Rapim ini merupakan kelanjutan atau penjabaran dari Rapim TNI AD. Masing-masing Kotama (Komando Utama), termasuk Kodam V Brawijaya melaksanakan Rapim,” kata Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi disela-sela Rapim.
Adakah perintah khusus terhadap jajaran dalam Rapim ini, Alumnus Akmil 1986 ini mengaku tidak ada perintah khusus. Menurutnya, indikasi yang ada di Jatim ini cukup kondusif. Meski situasi dan kondisi di Jatim kondusif, pihaknya tetap menekankan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi seluruh prajurit maupun satuan di Kodam V Brawijaya.
“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi perhatian. Sehingga kita dapat memberi jaminan kepada masyarakat Jatim, bahwa Pemilu ini bisa dilaksanakan dengan aman,” tegasnya.
Ditanya terkait back up pengamanan (PAM) Pemilu 2019, Pangdam menambahkan, secara subtansi pada Rapim tidak ada kaitannya dengan PAM Pemilu. Tetapi karena tahun ini tahun politik, pihaknya akan menyampaikan terkait kesiapan masing-masing satuan untuk melaksanakan tugas perbantuan terhadap Polri.
“Intinya kita hanya memback up Polri dalam PAM Pemilu 2019. Jadi yang menjadi pimpinan, komandan dan penggeraknya dari pihak kepolisian,” ucapnya.
Guna menjaga kondusifitas kehidupan sosial masyarakat Indonesia pada Pileg dan Pilpres 2019, pihaknya berpesan pada prajurit untuk memberi back up pengamanan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. Serta mempertahankan, meningkatkan sinergi dan soliditas TNI Polri disemua jajaran. Bersinergi dengan Polri untuk membina persatuan dan kesatuan Bangsa.
Perwira tinggi TNI AD ini terus menekankan netralitas TNI dalam politik. Sebab dalam tahun politik ini TNI tuganya hanya memback up pengamanan Polri saat pelaksanaan Pileg dan Pilpres dan 2019. Netralitas TNI merupakan harga mati yang harus dipegang teguh oleh setiap prajurit. Siapapun yang melanggarnya, Wisnoe tidak segan untuk memberikan sanksi bagi si pelanggar.
“Pertahankan netralitas TNI, jangan mudah terprovokasi dan jangan terpancing oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Netralitas TNI harga mati,” pungkasnya. [bed]

Tags: