Operasi Patuh Semeru 2019 Fokuskan Penindakan Pelanggaran Lalin

Sebanyak 1.300 personel dari Polda Jatim, Dinas Perhubungan (Dishub) Prov Jatim, Jasa Raharja dan unsur Polisi Militer saat mengikuti Apel Pasukan Operasi Patuh Semeru 2019 di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (29/8). [trie diana]

Sebanyak 1.300 Personel Dilibatkan
Polda Jatim, Bhirawa
Masyarakat Jatim, khususnya Surabaya harus lebih menaati tata tertib maupun peraturan lalu lintas. Sebab, Polda Jatim beserta jajaran menggelar Operasi Patuh Semeru 2019 yang diselenggarakan selama 14 hari ke depan.
Apel Operasi Patuh Semeru 2019 dilakukan di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (29/8). Turut hadir dalam apel gabungan, diantaranya personel dari Polda Jatim, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Jasa Raharja dan unsur Polisi Militer.
Irwasda Polda Jatim, Kombes Pol Sutardjo menjelaskan, Operasi Patuh Semeru ini ada delapan skala prioritas. Tapi untuk wilayah Jatim ada tiga skala prioritas, yaitu penggunaan helm standar, kecepatan berkendara dan melawan arus. Sebab di jalan masih didominasi kendaraan yang melawasn arus, sehingga membahayakan keselamatan orang lain.
“Operasi Patuh ini digelar serentak di Polres jajaran, dan melibatkan 1.300 personel jajaran di Jatim. Intinya siapa yang melanggar lalu lintas, langsung dilakukan penegakkan hukum,” kata Kombes Pol Sutardjo selaku Inspektur Upacara (Irup) apel Operasi Patuh Semeru 2019.
Tak hanya melawan arus, pihaknya mengaku banyak pengendara roda dua yang mengesampingkan penggunaan helm SNI. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk menaati peraturan lalu lintas dan menggunakan helm SNI. Sebab korban laka lantas didominasi oleh kendaraan roda dua.
“Kami menggimbau bagi pengguna kendaraan roda dua untuk memakai helm SNI. Karena kalau sudah melanggar tata tertib lalu lintas, potensi untuk kecelakaan semakin besar,” imbaunya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra menambahkan, Jatim termasuk salah satu daerah yang cukup tinggi tingkar lakalantasnya. Untuk itu sasaran Operasi Patuh Semeru 2019 prioritas utamanya, yakni menekan angka fatalitas korban lakalantas. Yaitu dengan melakukan tindak tegas bagi pelanggar lalu lintas.
Tak hanya itu, sambung Budi, setelah dievaluasi tercatat banyak korban fatalitas laka yang disebabkan dari kendaraan roda dua. Diantaranya tidak menggunakan helm dan melawan arus. Bahkan masalah over speed di jalan tol akan menjadi fokus dalam Operasi Patuh Semeru 2019, dengn melakukan penegakkan hukum.
“Operasi Patuh Semeru 2019 ini 60 persen penegakkan hukum, dan 40 persennya upaya preventif atau pencegahan. Sebab di Jatim jumlah laka lantasnya sebanya 60 sampai 70 persen korbannya pengedara roda dua,” bebernya.
Penegakkan hukum itu dilakukan juga terhadap bentor (becak motor) yang pengemudinya tidak menggukan helm. Sebagai pengemudi, lanjut Budi, seharusnya memberikan keselamatan bagi penumpang dan orang lain. Ke depan, pihaknya akan membicarakan mengenai regulasi tentang bentor.
“Prinsipnya semua kegiatan lalu lintas di jalan, tujuannya untuk keselamatan. Kita memberikan pelayanan terbaik secara transparan, humanis, dan mudah diakses,” pungkas Budi. [bed]

Tags: