Operasi Patuh di Trenggalek Didominasi Pengendara Dibawah Umur

Trenggalek, Bhirawa
Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019 selama 14 hari telah usai, Sat Lantas Polres Trenggalek berhasil menindak sebanyak 1610 pelanggar yang kedapatan secara kasat mata melanggar peraturan lalu lintas di jalan raya, saat anggota menggelar operasi kendaraan.
Dikatakan kasat lantas polres Trenggalek AKP Suprihanto bahwa razia dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2019 selama 14 hari mulai tanggal 29 Agustus sampai 11 September anggota berhasil menindak pengendara kendaraan bermotor sebanyak 1610 pengendara.
“Ditinjau dari aspek profesi, Sebanyak 740 pelanggar di dominasi oleh anak dibawah umur”. Kata AKP Suprihanto. Kamis (12/9).
Sedangkan dari 1610 pengendara yang telah ditindak karena telah melakukan pelanggaran, sebanyak 1384 pengendara diberikan tindakan dengan tilang dan sebanyak 226 pengendara diberikan tindakan teguran.
“Ada tiga sasaran penindakan untuk pengendara tidak pakai helm, pengendara dibawah umur, dan pengendara melawan arus Pelanggaran potensi Laka tetap kami tilang, sedangkan seperti helm belum diklik kami berikan surat teguran,” kata Kasat lantas.
Dijelaskan AKP Suprihanto, dari 1384 pengendara yang diberikan tindakan penilangan, sebanyak 120 pengendara SIMnya diamankan oleh anggota sebagai barang bukti. Selain mengamankan SIM sebagai barang bukti, anggota juga telah mengamankan sebanyak 1264 STNK dan 10 unit kendaraan.
“Untuk barang bukti kendaraan roda dua harus dikembalikan sesuai ketentuannya baru bisa dibawa kembali,” imbuhnya.
Ditambahkannya dikarenakan banyaknya pelanggar yang didominasi dari kalangan pelajar di bawah umur. Maka pihaknya terus berupaya melakukan langkah untuk mengurangi angka laka lantas.
“Tindakan yang dilakukan satlantas Trenggalek melalui sosialisasi, seperti hari Senin melakukan upacara di sekolah- sekolahan serta pemasangan bener maupun sosialisasi lewat media lainnya. ” Jelasnya.
Maka Polres Trenggalek melalui Kasatlantas Menghimbau kepada masyarakat Trenggalek untuk lebih berhati hati berkendara di jalan. khususnya bagi orangtua, yang anaknya masih pelajar serta belum cukup umur jangan diperbolehkan membawa kendaraan. Pungkasnya. (Wek)

Tags: