OJK Edukasi Keuangan Sehat Lewat Bazar dan Senam Zumba Party

Emak emak sedang senam Zumba bersama yang digelar OJK KR 4

Surabaya,Bhirawa
Emak emak dianggap sebagai pemegang kunci akan kestabilan keuang maka nya tidak heran jika OJK KR 4 menggelar acara bazar keuangan dan senam Zumba di Makodam V/Brawijaya Surabaya Minggu (20/10). Meskipun acara tersebut sebenarnya juga dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan Periode Oktober 2019, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR4 Jatim menggelar senam aerobik ‘Zumba Party.’ Namun dari pernyataan Kepala OJK KR 4 Heru Cahyono sangat jelas kalau emak emak pemegang peran penting untuk mengatur keuangan.
Pada cara yang berkolaborasi dengan industri jasa keuangan dan stakeholder terkait menggelar seminar “Investasi Aman untuk She Perempuan Hebat” dengan target perempuan, baik ibu rumah tangga maupun wanita bekerja, serta bazar keuangan dan Zumba Party tersebut Heru mengungkapkan.
“Kegiatan ini untuk memperkenalkan, memahamkan dan meyakinkan masyarakat kepada produk dan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat Jatim dan tingkat inklusi keuangan,” ungkap Heru kepada sejumlah wartawan di sela sela acara..
Ia menjelaskan, adapun data inklusi keuangan di Jatim di 2019 disektor perbankan adalah pembukaan rekening tabungan baru sebanyak 2.323.516 dengan nominal Rp 8,12 triliun dan pembukaan rekening deposito baru sebanyak 34.455 dengan nominal Rp 26,5 triliun. “Sedangkan penyaluran kredit perbankan sebanyak 235. 831 kontrak kredit dengan nominal Rp 8,35 triliun,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi pasar modal, jumlah investor baru sebanyak 323,999 orang, yang terdiri dari 120,280 investor saham, 169,889 investor reksa dana dan 33,830 investor SBN.
Dari sisi Industri Keuangan Non Bank IKNB, tercatat nominal premi selama 2019 mencapai Rp 10,94 triliun yang terdiri dari Rp 9,1 triliun untuk asuransi jiwa dan Rp 1,84 triliun untuk asuransi umum. Serta ada 2.831.756 kontrak kredit pembiayaan baru dengan nominal penyaluran Rp 42,15 triliiun.
“Kedepan diharapkan sinergi yang lebih kuat lagi antara OJK, LJK, stakeholders dan masyarakat untuk mencapai target yang dicanangkn Presiden RI. Serta untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jatim,” pungkas Heru Cahyono.(ma)

Tags: