Oesman Sapta Odang: Indonesia Maju Bila Daerah Sejahtera

Jakarta, Bhirawa
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) minta pada para anggota DPD baru yang akan dilantik 1 Oktober 2019 ini, agar tidak terjebak pada isu penguatan kewenangan DPD harus sama dengan DPR RI.
Sehingga melupakan perjuangan untuk kepentingan daerah. OSO juga mengingatkan, kewenangan baru DPD yakni monitoring dan evaluasi Perda dan Rancangan Perda, harus dimanfaatkan sebaik baiknya untuk membangun daerah.
“Komitmen awal pembentukan DPD, adalah untuk memajukan dan mensejahterakan daerah. Kemakmuran daerah merupakan cita cita yang harus diperjuangkan oleh setiap anggota DPD. Jika daerah sudah sejahtera maka Indonesia akan maju. Saya berharap agar Senator dari 34 provinsi di Indonesia ini, berusaha maksimal dan terus menerus memajukan daerahnya masing masing,” pinta OSO dalam pembukaan Orientasi bagi 136 anggota DPD RI terpilih untuk periode 2019-2024, Selasa malam (17/7).
Masa Orientasi, selama 4 hari, dari tanggal 17 hingga 21 September 2019 di Jakarta. Orientasi dimaksudkan sebagai persiapan dalam melaksanakan tugas konstitusional-nya.
Melalui pengayaan wawasan dan penyampaian informasi tentang latar belakang pembentukan DPD, kinerja DPD dan harapan yang ingin diwujudkan DPD.
Dengan tujuan untuk memahami kedudukan, fungsi, tugas dan wewenang DPD dalam sistem ketatanegaraan. pemahaman atas mekanisme kerja, dalam melaksanakan tugas dan wewenang DPD. Pemahaman atas hak, kewajiban dan administratif sebagai anggota DPD sesuai UU.
Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menyatakan, wujud DPD RI sebagai representasi daerah, sudah terlihat jelas lewat kinerjanya. Yakni pada 2015-2019, dari 160 RUU dalam Prolegnas, sudah terwujud 52 UU.
Atau 32% substansi atau material ya sesuai dengan usulan DPD. Prolegnas 2015 usulan DPD berjumlah 12 dari 37 RUU atau 4%. Sedang pada 2015-2016 ada 3 RUU inisiatif DPD yakni RUU Wawasan Nusantara, RUU BUMN/BUMD dan RUU Ekonomi Kreatif. Yang direncanakan selesai pembahasan nya pada 2019 ini.n [Ira]

Tags: