ODF Akan di Kebut Dalam Tiga Bulan di Kabupaten Lumajang

Masyarakat berswadaya dalam membangun jamban

Lumajang, Bhirawa
Dalam rangka penuntasan Desa Bebas ODF (Open Defecation Free / Stop Buang Air Besar Sembarangan, di Kabupaten Lumajang Dinas Kesehatan akan menuntaskan dalam kurun waktu tiga bulan kedepan, atau hingga Akhir Juli 2019 mendatang.
Seperti yang diamanatkan dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 Desa bebas ODF ditargetkan tarcapainya akses universal 100% air minum, 0% pemukiman kumuh dan 100% stop bebas buang air besar sembarangan (SBS).
Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Lumajang, melalui Seksi Kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan kesehatan olahraga, Budi Purwanto ketika ditemui di Ruang Kerjanya (14/3) menjelaskan bahwa salah satu program Pemerintah yang dianggap mampu memiliki daya ungkit yang signifikan adalah Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) .
Program Sanitasi Berbasis Masyyarakat ini tujuan akhirnya stop buang air besar sembarangan, budaya cuci tangan air Bersih, pengolahan makanan dan minuman, pengolahan sampah rumah tangga,dan pengolahan sampah rumah tangga.
Jika merujuk pada suksesnya Desa yang bebas ODF, dan bagian dari pelaksanaan STBM itu, kata Budi terbukti sangat efektif dalam upaya mempercepat akses terhadap sanitasi yang layak.
“Dan suksesnya STBM hanya akan terjadi apabila masyarakat terpicu untuk mau, berdaya dan melakukan praktik-praktik hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Pelaksanaan ODF tersebut menurut Budi tidak ada anggaran dari Pemerintah Daerah sehingga program ODF tersebut dilaksanakan dengan pendekatan kepada masyarakat dengan cara swadaya masyarakat, sponsor, bantuan dengan pemerintah desa dengan pengelolaan Dana desa,serta dari sumber sumber lainnya.
Disisi lain, pendekatan STBM yang melibatkan tokoh masyarakat adalah sebuah pendekatan untuk memicu kesadaran mereka agar ada rasa jijik dan malu masyarakat atas kondisi sanitasi dimana masyarakat buang air besar di tempat terbuka (Open Defecation) sehingga pada akhirnya mereka dapat mencari solusi secara bersama untuk mengubah kondisi kesadaran mereka sendiri.
“Kita lakukan program melusuri sungai tiap-tiap pagi , yang melibatkan muspika sebagai program monitoring, sekaligus biar masyarakat yang biasa buang air di sungai akan malu,” jelasnya.
Pada kesempatan itu,Budi juga menjelaskan bahwa kondisi capaian ODF Lumajang saat ini 95 Desa/kelurahan yang berstatus OD/buang air besar sembarangan dari jumlah 205 desa di Kabupaten Lumajang dan dengan akses kejamban masih 88,10 persen, dari data tersebut Kabuten Lumajang harus meningkatkan akses jamban dan desa ODF hingga 100% yang ditargetkan akhir Bulan Juli 2019 dituntaskan.(Dwi)

Tags: