Non ASN Pembersih Sampah Pasar di Sidoarjo Dicover Dua BPJS

THL non ASN tenaga pembersih sampah di pasar di Kabupaten Sidoarjo dicover BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.[ alilus/bhirawa.]

Sidoarjo, Bhirawa
Para tenaga pembersih sampah yang ada di 19 unit pasar di Kabupaten Sidoarjo, mulai tahun 2019 ini juga akan dicover dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka yang termasuk tenaga harian lepas (THL) atau pegawai non ASN yang berada di lingkup Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo tersebut, Jumlahnya ada sebanyak 172 orang.
Kepala Bidang Pasar, Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Nawari SH, mengatakan pekerjaan para THL non ASN ini beresiko dengan kesehatan mereka. Karena tiap hari mereka berkutat dengan sampah pasar yang bau dan kotor. “Tanpa para THL ini, kondisi unit pasar yang ada di Sidoarjo akan sangat kotor. Karena itu keberadaan mereka sangat kami butuhkan,” kata Nawari, ditemui saat kegiatan sosialisasi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, di Kantor Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Jumat (8/11) akhir pekan lalu.
Para THL non ASN tenaga pembersih sampah pasar ini, kata Nawari, bekerja di 19 unit pasar yang ada di 17 kecamatan. Khusus di Kec Jabon, tidak ada unit pasarnya. Menurut Nawari, untuk THL yang pria tiap hari membersihkan sampah-sampah sampai yang berada di sudut-sudut pasar dan TPS di pasar. Sedangkan THL yang perempuan, membersihkan sekitar kantor unit pasar saja.
Fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan tersebut, lanjut Nawari, juga termasuk untuk anak dan istri mereka. Khusus tenaga pembersih sampah yang ada di TPS pasar, kata Nawari, pihaknya selain memberikan fasilitas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan juga menganggarkan sebulan sekali untuk kebutuhan minum susu. Dimaksudkan untuk menjaga kesehatan mereka.
Edi, salah satu tenaga THL pembersih sampah pasar, yang ditemui disela-sela kegiatan sosialisasi BPJS tersebut merasa bersyukur ada perhatian dari Pemkab Sidoarjo. Edi, yang bertugas membersihkan sampah di pasar Wadung Asri Kec Waru, mengatakan semoga fasilitas BPJS kesehatan akan bermanfaat bagi dirinya. Karena setiap hari pekerjaannya bersentuhan dengan sampah yang kotor dan bau yang banyak mengandung penyakit.
“Yang berat itu membersihkan sampah yang basah yang berbau, apalagi sampai muncul ada belatungnya. Tapi karena sudah jadi tugas, tetap kita bersihkan,” kata Edi, yang mengaku sudah 10 tahun menjadi tenaga pembersih sampah di pasar.
Apalagi sebentar lagi menjelang musim hujan. Kondisi sampah-sampah di pasar akan semakin parah dan sulit untuk membersihkannya. Di pasar Wadung Asri itu, kata Edi, setiap harinya sampah pasar yang diangkut ke TPA Jabon sebanyak 1 truk. Karena pasar ini menurutnya ramai. Karena penduduk di sana padat.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala BKD Kabupaten Sidoarjo, Ridho Prasetyo SSTP, mengatakan mulai Bulan Oktober 2019 kemarin, semua jenis pegawai non ASN yang ada di Kab Sidoarjo dicover dengan fasilitas BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. “Tujuaanya, untuk memberikan dan meningkatkan kesejahteraan bagi para non ASN di Sidoarjo,” katanya.[kus]

Tags: