Ning Ita Imbau Suport Khofifah Jadikan Sungai Destinasi Wisata Bahari

Wali Kota Mojokerto Ning Ita bersama Gubernur Jatim Khofifah menyusuri sungai Brantas naik perahu. [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disaoa Ning Ita minta dukungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa untuk menjadikan sungai di Kota Mojokerto jadi desyinasi wisata bahari.
Keinginan Ning Ita itu diutarakan ketika dirinya bersama Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria, menghadiri acara gerakan bersih sungai di Lapangan Mojokerto Kawasan Pariwisata (MKP), Mojokerto yang dihadiri Gubenur Jawa Timur Khofifah.
“Kegiatan ini saya harapkan dapat mengembalikan habitat ekosistem di Sungai Brantas yang selama ini dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Kefepan supaya bisa jadi Destinasi wisata Bahati,” sebut Ning Ita.
Dalam gerakan bersih sungai itu, Gubenur Khofifah mengajak seluruh masyarakat yang ada di Kota maupun Kabupaten Mojokerto untuk turut serta bertanggung jawab atas lingkungan sekitar. Terutama, dalam hal membuang sampah popok tidak lagi ke sungai.
Sebab, pekerjaan rumah (PR) bagi Jawa Timur saat ini adalah bagaimana dapat menanggulangi sampah popok yang sering kali dibuang ke sungai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“PR terbesar Jawa Timur saat ini adalah bagaimana mengatasi sampah popok yang sering kali dibuang ke sungai. Padahal ditangan-tangan orang kreatif seperti Pak Satrio, sampah popok bisa dijadikan sebuah produk yang yang menghasilkan rupiah. Dimana PR menjadi RP, demontrasi menjadi demokreasi. Ini sungguh luar biasa,” katanya disela-sela kunjungan.
Ning Ita juga mengharapkan, bagaimana dalam hal ini, Pemerintah Kota Mojokerto telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi sampah-sampah yang ada. Mulai dari mendaur ulang sampah sebagai kreasi unik yang bernilai rupiah. Hingga, menjadikan bantaran sungai sebagai wisata bahari yang dapat menarik perhatian wisatawan.
“Selama ini melalui Dinas Lingkungan Hidup, sampah yang ada di Kota Mojokerto telah dipilah dan dipilih. Mana yang bisa di-reuse, mana yang bisa di-recycle, semua sudah dilakukan. Banyak hasil dari kreasi ibu-ibu bank sampah, yang menjadikan limbah sebagai kreasi unik bernilai rupiah tinggi. Selain itu, kami juga menyiapkan wisata bahari dengan mengubah perwajahan bantaran sungai sebagai spot istimewah yang bisa dikunjungi wisatawan saat ke Kota Mojokerto,” kata wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.
Kegiatan Gerakan Bersih Sungai yang dihadiri Forkopimda Kota dan Kabupaten, Perum Jasa Tirta I, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), BPBD, Tagana, OPD, relawan dan aktifis lingkungan, ditutup dengan penaburan benih ikan di Sungai Brantas oleh Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. [kar]

Tags: