Nikmati Jazz dan Tari Sufi Lewat Sufism Jazz

Tampilan memakau hasil kolaborasi Beben Jazz, Ucok Fussion Jazz Community, DJ Achox dan Rapper Joe dengan diiringi tarian Sufi meriahkan Sufism Jazz di UM Surabaya, Kamis (23/5) malam.

UMSurabaya Tumbuhkan Kesadaran Berzakat
Surabaya, Bhirawa
Ada beragam cara untuk menumbuhkan kesadaran berzakat dalam diri masyarakat. Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya punya cara yang menarik, yaitu mengemasnya dalam bentuk Surabaya Festival in Ramadhan and Jazz (Sufism Jazz). Konser amal inipun mampu memukau perhatian banyak orang, Kamis (23/5) malam.
Tak hanya warga kampus, bahkan konser yang memasuki malam puncak usai shalat tarawih itu membuat warga berbondong-bondong menyaksikan Sufism Jazz dari lantai tertinggi rumah mereka. Kebetulan area kampus dikelilingi bangunan rumah warga yang bertingkat.
Tiupan saksofon dan betotan bass yang dimainkan Beben jazz dan Ucok semakin memeriahkan malam itu. Mereka bahkan berkolaborasi dengan Rio Sidik, trumpeter indonesia yang telah mendunia memainkan lagu Summer time
“Kalau nggak pas Rio Ngabuburit, nggak bakal bisa main bareng seperti sekarang. Karena Rio ini hari ini di Surabaya besok bisa di New York,”celetuk Beben Jazz usai berkolaborasi dengan Rio.
Beben Jazz tak hanya berkolaborasi dengan Rio, ia juga berkolaborasi dengan Fussion Jazz Community, rapper Joe, DJ Achox, musik gergaji dan perkusi dengan membawakan lagu Tuhan Tak Perlu Di bela dari Glen Fedly. Lagu yang terinspirasi dari Gus Dur tersebut diarasemen ulang hingga menghasilkan alunan musik yang elok dengan diiringi tarian sufi.
Bukan sebuah hal yang mudah untuk mewujudkan kolaborasi tersebut. Terlebih dalam mengumpulkan para pemainnya. “Untuk menentukan arasemen ini pun, sampai H-1 masih berusaha saling memadukan,” sambung Ucok.
Puncak konser ini, saat Letto Band membawakan 11 lagu. Sabrang Mowo Damar Panuluh, vokalis Letto yang lebih populer dipanggil Noe bahkan menghanyutkan penonton yang memadati halaman kampus.
Rektor UM Surabaya, Sukadiono menuturkan Sufism Jazz sengaja digelar di bulan ramadhan. Tujuannya, adalah ingin memasyarakatkan zakat di kalangan masyarakat. Karena, dehgan menunjukkan bukti membayar zakat, penonton bisa langsung menyaksikan konser musik Jazz secara dekat.
“Kami juga menjual tiket itu ke khalayak umum. Hasil jualan itu akan kami berikan ke anak yatim. Selain itu, ada lukisan yang langsung dilukis dan di lelang untuk disalurkan ke anak yatim,” ujar dia.
Di samping itu, pihaknya juga ingin menyampaikan ke masyarakat jika melalui musik juga bisa untuk menjadi sarana dakwah.
“Kami memadukan unsur entertain dan charity untuk meningkatkan kepedulian civitas akademika UMSurabaya serta kaum muda,” tuturnya. [ina]

Tags: