Naik Pangkat, Kualitas Guru Diharap Semakin CETTAR

Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman mengambil sumpah jabatan fungsional kepada 503 guru PNS SMASMK dan PKLK yang telah mendapatkan kenaikan pangkat.

Dindik Jatim, Bhirawa
Untuk pertama kalinya, kenaikan pangkat tenaga pendidik PNS harus diambil sumpah jabatannya. Hal itulah yang telah dilakukan 503 guru di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim kemarin, Kamis (21/2).
Dalam kesempatan itu, Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman berpesan, bahwa pendidikan menjadi tonggak utama pembangunan sumber daya manusia di Jatim. Karena itu, tenaga pendidik juga harus meningkatkan profesionalitasnya. Mengikuti slogan gubernur dan wagub Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, para guru pun harus CETTAR. Yakni, cepat, efektif efisien, tanggap, transparan, dan responsif.
“Pengambilan sumpah ini merupakan yang pertama dilakukan di tingkat guru SMA, SMK, serta pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK) di Jatim. Itu sudah sesuai aturan, setiap kenaikan pangkat jabatan fungsional harus ada pengukuhan dan pelantikan,” tutur Saiful.
Sebagai sebuah profesi, guru memang kerap menjadi sorotan. Perilaku atau tindakan yang melenceng dari profesinya, bisa viral. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kembali kepada para guru untuk semakin profesional. Semakin tinggi jenjang pangkatnya, maka kualitas dan profesionalitas juga harus ditingkatkan. “Tidak boleh melakukan perbuatan tercela,” jelasnya.
Motto ‘cetar’ juga penting dilaksanakan dengan baik. Sebab, filosofinya juga baik untuk mendorong peningkatan kualitas SDM melalui anak didik. Karena itu, kenaikan pangkat juga harus menjadi semangat.
Pada momen jelang ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) seperti saat ini, misalnya. Para guru diharapkan bisa mempersiapkan peserta didiknya dengan baik. Apalagi, USBN yang dilaksanakan berbasis komputer dan smartphone (BKS) tersebut akan menjadi syarat kelulusan.
Terkait pelaksanaan USBN BKS tersebut, pihaknya sudah menyiapkan sistem yang bisa memantau hasil nilai siswa. Nilai-nilai ujian siswa akan langsung terkoneksi ke Dinas Pendidikan Jatim. Karena itu, jika ada modus-modus kecurangan untuk mendongkrak nilai siswa, tidak bisa lagi dilakukan. “Jadi kalau nilai sekolah-sekolah jelek, saya bisa lebih dulu tahu. Kalau jelek, kenapa, akan kita evaluasi,” tuturnya.
Selain profesionalitas, kinerja guru juga menjadi perhatian. Pihaknya juga akan menerapkan sistem yang bisa memantau kinerja para guru. Bukan sekadar melalui finger print, tetapi juga mengoptimalkan ponsel untuk peningkatan kinerja. “Jadi, kita tunjukkan pola perilaku dan kerja yang berkualitas,” katanya. [tam]

Tags: