Musim Penghujan, Dinkes Bojonegoro Imbau Waspadai Penyakit DBD

Karikatur Ilustrasi

Bojonegoro,Bhirawa
Memasuki musim hujan pada November 2019 ini rentan menimbulkan berbagai macam penyakit. Untuk masyarkat dihimbau untuk selalu waspada akan hal tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, dr Ahmad Hernowo mengatakan, penyakit yang rentan menyerang masyarakat pada musim hujan ini Demam Berdarah Dengue (DBD).
” Awal musim penghujan, agar masyarakat dapat waspada dan berhati-hati gejala Demam Berdarah Dengue (DBD),” ungkap Plt Kepala Dinkes Kabupaten Bojonegoro, dr Ahmad Hernowo, kemarin (10/11) .
Dilanjutkan Ahmad Hernowo, sebelum terjadi peningkatan kasus penyakit DBD masyarakat diminta selalu waspada dengan terus melakukan pembersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.
” Sepanjang tahun 2019 sampai bulan Oktober jumlah penderita DBD di Kabupaten Bojonegoro mencapai 404 orang, sementara yang meninggal dunia sebanyak 7 orang. Sedangkan pada 2018, jumlah kasus demam berdarah sebanyak 589 kasus dengan angka kematian sebanyak 12 orang,” terangnya.
Ia menjelaskan, peningkatan penderita DBD pada tahun 2019 ini bisa dikatakan diakibatkan kualitas lingkungan yang tidak kondusif. Hingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.
“Pada musim hujan populasi nyamuk demam berdarah bakal meningkat karena banyaknya tempat berinduk Nyamuk Aedes Aegypti dan semakin berpotensi menggigit anak dan remaja sehingga akhirnya terjangkit demam berdarah,” ujarnya.
Terlebih lagi, saat ini sudah memasuki musim perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan. Untuk itu, Pemkab Bojonegoro juga terus melakukan sosialisasi dan juga melakukan antisipasi melalui gerakan serentak satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).
“Program Jumantik ini kita harapkan mampu menekan sebaran penyakit DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” pungkasnya. [bas]

Tags: