MSF XXVI Hadirkan Petinju Thailand

petinju Indonesia Tibo Monabesa

Malang, Bhirawa
Malang Super Fight (MSF) XXVI akan digelar pada tanggal 29 Maret 2019 mendatang di halaman Balaikota Malang. Kegiatan dirangkai dengan peringatan ke-26 HUT ke-58 Kostrad dan HUT ke-70 Bek Ang AD dan HUT ke 105 Kota Malang.
MSF XXVI menggelar pertandingan mulai kelas amatir, nasional hingga internasional. Di kelas Internasional akan mempertemukan petinju Indonesia Tibo Monabesa melawan Witawas Basapean dari Thailand serta Ivor Lastrella asal Filipina versus jagoan Indonesia, Defry Palulu.
“Tontonan kelas dunia ini berkonsep sportainment dan gratis. Maka saya undang seluruh warga Malang untuk hadir dan menyemarakkan, “ujar Ade Herawanto Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang Rabu 20/3 kemarin.
Sebagai hiburan, gelaran MSF ke-26 akan dimeriahkan performance DJ Regina Rumopa yang akan berkolaborasi dengan drum percussion dari komunitas Malang Drummer Club. Serta tidak ketinggalan atraksi magis dari pesilat-pesilat tradisional yang tergabung dalam perguruan silat SHT, Merpati Putih dan juga penampilan khas silat Cimande Malang. Makin semarak karena direncanakan akan ada defile dan display statis alutsista kendaraan tempur jenis Tank Anoa, MPV dan lain-lain dari Divif 2 Kostrad yang kebetulan juga sedang merayakan hari jadi ke-58.
Walikota Malang Drs H Sutiaji secara khusus mengapresiasi gelaran MSF ke-26.
“Ini (kejuaraan) sangat baik dan harus digelar rutin serta menjadi agenda tetap dalam tiap rangkaian HUT Kota Malang. Apalagi Kota Malang sudah dikenal sebagai barometer tinju nasional,” urainya.
Sementara itu, promotor Armintan Tagore memastikan duel internasional nanti bakal berlangsung seru. Pasalnya calon lawan petinju Tanah Air tersebut, baik dari Thailand maupun Filipina memiliki gaya bertarung yang khas.
Digelarnnnya acara ini makin menasbihkan Bhumi Arema dikenal sebagai gudangnya petinju top. Nama-nama kondang dari Malang selalu hadir dan merajai pentas ‘adu jotos sportif’ di atas ring. Mulai dari sosok Nurhuda, Monod, Juari, Thomas Americo, Little Pono, Joko Arter, Solikin, serta Wongso Suseno dan Wongso Indrajid.
Ketangguhan para jagoan itu tak lepas dari hebatnya sasana-sasana legendaris yang melahirkan talenta juara, sebut saja Gajayana BC, Abudhory Gym, Satria Yuda BC dan Alamanda BC hingga yang terbaru dua juara dunia kebanggaan arek Malang; Rivo Rengkung dan Hero Tito ‘lahir’ dari d’Kross Boxing Camp. Kini, jejak kebesaran itu coba dihidupkan kembali oleh pengurus Pertina Malang, Pertina Jatim dan penggiat tinju Malang Raya. [mut]

Rate this article!
Tags: