Motivator SD Mudipat Ini Berhasil Menyandang Gelar Doktor Psikologi

Dr Mulyana AZ MPsi

Dr Mulyana AZ MPsi
Motivator Nasional SD Muhammadiyah 4 (SD Mudipat) Pucang, Surabaya, Ustadz Dr Mulyana AZ MPsi ini akhirnya berhasil menyelesaikan studi S3 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan diwisuda Jumat (6/9) lalu. Ustadz Mulyana menjadi guru kedua yang berhasil meraih gelar doktor, setelah sebelumnya Ustadz DR HM Sholihin SAg MPSDM berhasil meraih gelar doktor di kampus yang sama.
Dalam paparan ilmiahnya, Ustadz Mulyana menyampaikan, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) khususnya Anak Tunadaksa sesungguhnya juga memiliki kompetensi yang terpendam. Namun karena kecacatannya itu berdampak terhadap keberhasilannya.
Dalam disertasinya setebal 400 halaman itu, Ustadz Mulyana menegaskan, pengaruh positif yang diberikan orang tua, guru dan teman sekelasnya kepada Anak Tunadaksa akan mampu meningkatkan kemandiriannya dalam belajar, dan selanjutnya akan membuahkan keberhasilan kepada Anak Tunadaksa untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan di masyarakat.
Ketika ditanya, mengapa masih harus menempuh gelar S3 atau doktor? Ustadz Mulayana menjelaskan, dirinya tetap melihat tantangan dunia pendidikan ke depan semakin berat dan semakin menantang, sehingga harus tetap meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk dirinya sendiri.
“Sebagai seorang guru maka SDM saya harus diupgrade secara terus menerus. Bahkan seandainya memungkinkan setelah saya lulus S3 Psikologi, saya juga berkeinginan mengambil S3 jurusan marketing,” tegas suami dari Normalia Spsi MPdi ini.
Karena penulis buku yang telah menulis tak kurang dari 54 judul buku yang diterbitkan di Penerbitan Buku Erlangga Jakarta, Grafindo Bandung dan Grasindo Jakarta ini sangat mencintai selain dunia matematika dan dunia psikologi , juga sangat senang dengan dunia Marketing Pendidikan yakni bagaimana menjual sekolah atau memasarkan sekolah yang menjadi keahliannya.
“Lah makanya saya ingin mengambil S3 Marketing bila memungkinkan, karena saya tetap yakin bahwa sumber daya yang ada pada diri saya harus dikembangkan secara terus – menerus. Nggak bisa berhenti begitu saja. Boleh lah hari ini saya mengajar di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, tetapi di satu sisi saya juga dosen psikologi di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Saya juga konsultan di banyak sekolah dan lembaga pendidikan, saya juga trainner dan motivator nasional. Nah makanya penguasaan materi yang terbaru dan kekinian harus juga dipahami dengan sebaik baiknya,” jelas ayah dari Prisma Khansa Nur Badrani yang suka sambal pedas dan rujak uleg ini.
Sebab, menurut Kepala SD Mudipat Periode Tahun 2001 – 2006 ini, ketika mereka sudah bicara tentang Revolusi Industry 4.0 ini harus ditangkap oleh dunia pendidikan, apa yang harus dilakukan lembaga pendidikan. Makanya dalam tulisan bukunya yang ke 55, tentang mendesain pengelolaan sekolah berbasis Revolusi Industry Era 4.0. Karena memang tidak berhenti bila bicara tentang tantangan dunia pendidikan ke depan. Jadi semakin ke depan tantangan semakin berat.
“Jadi SDM kita harus dikembangkan terus, apalagi sebagai konsultan tentunya banyak teman – teman yang konsultasi dengan saya tentang berbagai dunia pendidikan. Makanya bila strata pendidikan saya hanya S1 atau S2, dan belum S3. Maka mereka yang strata pendidikannya sama dengan saya. Mereka tidak akan mau memperhatikan apa yang ingin saya sampaikan. Dan di Teori Marketing itu ada yang namanya personal branding. Nah bicara personal branding, maka diri kita harus selalu dibranding, ditingkatkan brandednya supaya kita ini memiliki nilai jual dalam tataran kependidikan dan edukasi, sehingga kemanfaatannya menjadi lebih bermanfaat bagi teman – teman di dunia pendidikan,” papar guru kelahiran Kota Kediri ini. Ustadz Mulyana yang juga pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga di Majalah Matan milik PW Muhammadiyah Jatim ini mempunyai motto ‘Tiada Hari Tanpa Menulis’.
Munurutnya, untuk meraih kesuksesan dalam studi hingga S3, maka harus ada keseimbangan antara beribadah dan menulis (berkarya) bekerja dan berorganisasi. Kegiatan ini harus dapat dijalankan dengan seimbang untuk sukses dunia dan akhirat. [fen]

Tags: