Minggu Depan, Bawaslu Lamongan Simpulkan Dugaan Pidana Pemilu

Bawaslu Kabupaten Lamongan dan Gakumdu masih Minggu depan putuskan kasus dugaan pidana Pemilu.(Alimun Hakim/Bhirawa)

Lamongan, Bhirawa
Badan Pengawas Pemilu Kabupaten (Bawaslukab) Lamongan menindaklanjuti dua temuan pelanggaran kampanye . Bawaskab lamongan memperkirakan kesimpulan dua kasus tersebut akan diambil minggu depan .
Dua kasus yang saat ini ditangani adalah dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan salah seorang caleg DPR RI di Kabupaten Lamongan, yaitu dugaan berkampanye di lembaga pendidikan dan dugaan tindak pidana pemilu terkait Alat Peraga Kampanye (APK) calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang menyertakan gambar caleg lain di Lamongan terus dilakukan penanganan.
“Saat ini Bawaslu belum bisa memberikan sikap tegas dalam memutuskan perkara yang ditangani saat ini. Bawaslu berjanji akan memutuskanya tetapi masih minggu depan,” terang
Kordinator Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslukab Lamongan, Amin Wahyudin.
Pernyataan ini disampaikan Wahyudin setelah memintai keterangan sejumlah dan salah seorang caleg DPR RI dan calon DPD tersebut, dijadwal dalam akhir di pekan ini akan diadakan rapat kedua untuk membahasa apakah dihentikan atau diterukan ke penyidik.
“Akhir pekan ini kami bersama Gakumdu mengadakan rapat pembahasan untuk membahas apakah dihentikan atau diteruksan ke penyidik” kata Kordinator Devisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lamongan, Amin Wahyudin, Rabu (6/2) siang.
Sesuai, lanjutnya, Perbawaslu nomer 31 Tahun 2018 pasal 23 ayat 3 menyebutkan hasil pembahasan kedua untuk menyimpulkan temuan atau laporan merupakan tindak pidana pemilu atau bukan tindak pidana pemilu.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksanaan Pemilu 2019 kurang beberapa waktu, namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan menemukan dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan salah seorang caleg DPR RI di Kabupaten Lamongan, yaitu dugaan berkampanye di lembaga pendidikan.
“Dugaan tindak pidana pemilu berkampanye itu terjadi di salah satu ponpes di Kecamatan Ngimbang, dan saat ini sedang dalam penanganan Gakumdu” kata Amin Wahyudin, beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut Amin, panggilan Bawaslu Lamongan juga menemukan dugaan tindak pidana pemilu terkait Alat Peraga Kampanye (APK) calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang menyertakan gambar caleg lain.
“Dua persoalaan dugaan tindak pidana pemilu tersebut sudah pada pembahasan tahap pertama di Gakumdu. Dan selanjutkan dilakukan klarifikasi atau memintai keterangan pihak-pihak terkait, termasuk permintaan keterangan sang celeg dan sang calon DPD” ungkap Amin yang juga memaparkan dari kesimpulan pembahasan tahap pertama tersebut merupakan pintu masuk untuk dilakukan penyelidikan.
Menurut Amin, berdasarkan Undang-Undang Pemilu melakukan kampanye di lembaga pendidikan terancam sangsi hukum kurangan penjara.
“Tapi terkait pasal yang disangkakan pada peserta pemilu yang saat ini dalam penanganan Gakumdu masih menunggu pembahasan tahap kedua” jelas Amin Wahyudin saat itu juga.
Dalam kasus dugaan tindak pidana pemilu tersebut, pihak Bawaslu Lamongan sudah memilik bukti berupa rekaman video, foto serta saksi-saksi. [mb9]

Tags: