Miliki 0,37 Gram Sabu, Debi Terancam 20 Tahun Penjara

Terdakwa Debi, pemilik sabu 0,37 gram usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (18/1). [abednego/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Agung Lismawati alias Debi tidak menyangka jika dirinya menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (18/1). Wanita 21 tahun ini harus berurusan dengan perkara hukum akibat kepemilikan 0,37 gram sabu, dan terancam 20 tahun pidana penjara.
Pada sidang beragendakan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan menyatakan, perbuatan terdakwa dilakukan pada Oktober 2017. Saat itu terdakwa melakukan transaksi membeli narkoba jenis sabu dari tersangka Atik (DPO) di Pasar Pucang Anom Surabaya. Upaya transaksi tersebut berhasil digagalkan petugas polisi.
“Saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti satu bungkus plastik klip berisi sabu seberat kurang lebih 0,37 gram,” kata Jaksa Suparlan dalam dakwaannya, Kamis (18/1).
Saat dilakukan penangkapan, lanjut Suparlan, terdakwa Debi membuang bungkus plastik berisi narkoba di bawah tanah. Namun aksi terdakwa berhasil dipergoki oleh petugas polisi yang langsung melakukan penggeledahan. Terdakwa Debi dalam pengakuannya membeli sabu tersebut dari salah seorang yang bernama Atik.
Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya ini menambahkan, perbuatan terdakwa Debi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-undangan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Ancaman pidana penjara atas perbuatan tedakwa ini bisa pidana seumur hidup dan paling lama 20 tahun penjara,” tegas Jaksa Suparlan.
Lanjut Suparlan, dalam dakwaan mengungkap bahwa terdakwa Debi membeli narkoba atau sabu tersebut seharga Rp 200 gram. Selain barang bukti sabu, petugas polisi turut mengamankan HP merek Oppo milik terdakwa Debi.
“Terdakwa Debi juga ditahan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo,” pungkas Jaksa Suparlan dalam surat dakwaannya. [bed]

Tags: