Menuju Sentra Agropolitan dengan Smart Farming 4.0

Bupati Nganjuk, H.Novi Rahman Hidhayat S.Sos, berkonsultasi langsung dengan Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP di Kantor Kementrian Pertanian Jakarta.

Nganjuk, Bhirawa
Setelah revolusi industri 4.0 mengemuka, maka Pemkab Nganjuk berpikir tentang bagaimana pertanian 4.0sebagai tuntutan objektif. Dalam upaya tersebut, Bupati Nganjuk, H.Novi Rahman Hidhayat S.Sos, berkonsultasi langsung dengan Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP.
Seperti gayung bersambut, Menteri Pertanian mendukung sepenuhnya rencana Bupati Nganjuk tersebut. Analoginya, setiap orang kini menggunakan telepon pintar dan memanfaatkan banyak aplikasi untuk berbagai kepentingan seperti bisnis, kesehatan, pendidikan dan hiburan. Penggunaan whats app, we chat, facebook, instagram, dan twitter tak bisa dibendung oleh perusahaan provider telepon seluler.
“Untuk mengimplementasikan smart farming 4.0 di Kabupaten Nganjuk , Pak Menteri sangat mendukung rencana kami. Bahkan Pak Menteri Amran berkenan hadir dalam peresmian September nanti,” terang Novi Rahman, Rabu(21/8).
Sebagai bentuk dukungannya, Kementan akan memberikan bantuan berupa bantuan benih unggul, traktor, mesin dryer, serta pendampingan teknologi. Bahkan dengan tegas, Kementan memastikan program ini akan dikawal dengan baik oleh jajaran Kementan di level bawah.
“Kami juga sampaikan ke Pak Menteri bahwa kami akan membangun gudang. Pemkab Nganjuk yang mengelola dan akan mengakomodir hasil pertaninan di Nganjuk. Tujuannya untuk menjaga kestabilan harga dan menjaga kualitas dari produksi itu sendiri,” tambah Novi Rahman
Bupati Nganjuk juga ingin mengajak para petani di Kabupaten Nganjuk untuk mengubah pola bertani dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Sebagai proyek percontohan, Pemkab Nganjuk akan menyiapkan lahan pertanian sekitar 500 hektare.
Melalui proyek percontohan ini, perlahan petani di wilayah Nganjuk akan diubah dari petani tradisional menjadi petani modern.
“Saya selalu kampanyekan dan memberi contoh kepada petani penerapan pertanian tradisional akan semakin sulit karena buruh tani berkurang dan biayanya juga semakin mahal. Sehingga akhirnya petani juga sudah mulai berpikir bahwa dengan pertanian modern memungkinkan mereka untuk menggarap lahan lebih luas dengan biaya lebih murah,” jelas Novi Rahman.
Lebih lanjut Bupati Novi mengatakan, pihaknya mendorong implementasi pertanian 4.0 di Nganjuk dengan mengedepankan pertanian berbasis teknologi. Harapannya, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat produksi, serta meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian.
Novi Rahman juga memaparkan arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa dalam jangka waktu 4 hingga 5 tahun terakhir pemerintah telah melaksanakan pengadaan alat pertanian dalam jumlah besar dan menetapkan visi mekanisasi pertanian modern.
Upaya mekanisasi ini untuk mempercepat cara kerja petani, memotivasi anak muda tertarik pada sektor pertanian dan meningkatkan produksi pangan secara luar biasa.
Sekedar diketahui, pertanian 4.0 adalah pertanian dengan ciri pemanfaatan teknologi artificial intelligence, robot, internet of things, drone, blockchain dan big data analitik untuk menghasilkan produk unggul, presisi, efisien dan berkelanjutan.(ris)

 

Tags: