Menikmati Durian Wonosalam dengan Cara Berbeda

Durian Bakar Wonosalam ala Samiaji di Rumah Durian Bu Sulami, Wonosalam, Jombang. [Arif Yulianto]

Cukup Bayar Rp18 Ribu, Bisa Menikmati Durian Bakar Bersanding Ketan
Kab Jombang, Bhirawa
Kecamatan Wonosalam di Kabupaten Jombang dikenal sebagai daerah penghasil durian yang memiliki cita rasa lezat. Di musim panen raya seperti sekarang ini, membuat beberapa pemilik tanaman durian berinovasi membuat olahan berbahan durian. Salah satu makanan olahan berbahan durian dapat ditemui Rumah Durian Bu Sulami, di Dusun Sumbe, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Rumah Durian Bu Sulami memang menjadi salah satu pusat penjualan durian Wonosalam. Pada musim panen raya durian pada awal 2019, di tempat ini juga menyediakan olahan lain berbahan buah durian. Salah satunya yakni durian bakar. Menu ini telah disajikan setidaknya sejak dua tahun terakhir, tepat ketika musim panen durian.
Samiaji (45), kreator menu durian bakar di Rumah Durian Bu Sulami mengatakan, ide pembuatan menu ini dilakukan karena agar penikmat buah durian tidak hanya sekedar mengkonsumsi buah saja, namun juga punya pilihan lain. “Ditambah suasana lokasi yang berada di wilayah pegunungan Anjasmoro. Jadi pas untuk menikmati menu durian bakar,” kata Samiaji, saat dietemui Bhirawa, Minggu (3/3).
Ia mengatakan, penamaan durian bakar tentu saja sudah terlintas di benak jika pengolahannya adalah melalui proses pembakaran. “Prosesnya dibakar seperti jagung bakar menggunakan japit khusus layaknya alat bakar ikan, kemudian buah durian dibakar di atas arang yang membara di atas alat panggang,” jelasnya.
Samiaji juga memberikan bocoran tentang saus berbahan buah naga yang dioleskan di buah durian ketika proses pembakaran berjalan. “Nanti dibolak balik sampai cukup rata sekitar 5 menitan, sampai buah durian agak berwarna kecoklatan,” urainya.
Setelah dirasa cukup, buah durian kemudian diangkat dan dipindahkan dari tempat pembakaran ke wadah khusus dari belahan durian atau wadah biasa terbuat dari rotan. Untuk menguatkan identitas kuliner asal Jawa, durian bakar ini lantas ia kolaborasikan dengan sajian ketan. “Sebagai pemanis, topping kita kasih daging kelapa muda, potongan buah naga, potongan jeruk. Terakhir kami beri krimer kental,” tambahnya.
Menurutnya, untuk bisa mencicipi menu ini, konsumen tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk menu ukuran sedang dipatok denga harga 18 ribu rupiah. Sementara untuk menu ukuran besar, konsumen hanya perlu merogoh kocek 25 ribu rupiah untuk tiap porsi. “Saya rasa cukup terjangkau. Soalnya kan memang harga bahan dasar durian memang ya sudah pasaran,” imbuhnya.
Sugeng (43), salah satu pengunjung asal Kota Surabaya terlihat menikmati menu durian bakar. Menurutnya, menu tersebut masih pertama kali ia cicipi bersama keluarga. “Baru menemukan di sini. Rasanya ada aroma sedap karena bekas prose membakar. Rasanya nikmat, jadi tidak monoton memakan buah saja,” pungkasnya. [Arif Yulianto]

Tags: