Menguji Bakat Keterampilan Siswa Lewat Drama dan Limbah

Salah satu kegiatan seni drama SMP Budi Sejati Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Pengembangan potensi peserta didik tidak sekadar melulu soal akademik. Sebab, bakat dan keterampilan juga dibutuhkan untuk pengembangan diri anak didik. Karenanya, evaluasi pembelajaran di sekolah tidak hanya dengan menjawab pilihan ganda, melainkan juga dilakukan ujian praktik.
Di SMP Budi Sejati, Surabaya misalnya, bakat dan keterampilan siswa diuji sebelum mereka akhirnya melepas seragam biru-putih. Misalnya melalui penampilan drama, bakat kesenian tiap siswa diuji. Sementara keterampilannya, diuji dengan kreatifitas siswa mengolah limbah untuk dimanfaatkan kembali.
Peserta didik yang duduk di bangku kelas 9 pun saling menunjukkan kreatifitasnya. Penampilan “Bubur Ashoi Jeng Menul” dari kelas 9-A disajikan dengan apik. Pemerannya menunjukkan karakter yang sangat menjiwai sesuai perannya.
“Kita berharap kreatifitas siswa ini akan tereksplorasi dengan mereka merancang pertunjukan drama ini,” guru seni budaya SMP Budi Sejati Surabaya Syamsul Arifin.
Syamsul menuturkan, ujian praktek merupakan syarat kelulusan siswa. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok. Karena itu, penampilan drama ini diharuskan melibatkan seluruh anggota siswa dalam satu kelas.
“Memang ini diperuntukkan sebagai ujian praktek. dan untuk persiapannya sudah mulai bulan Januari kemarin. Pembagian naskah sudah kita mulai Februari lalu dan siswa sudah mulai lathian. Sekarang ini langsung praktek tiap kelas,” ujarnya.
Tidak hanya seni drama saja yang diajarkan kepada peserta didik. Guru prakarya SMP Budi Sejati Endang Setyowati juga mewajibkan para siswa agar mampu memanfaatkan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai untuk membuat sebuah kerajinan tangan. Sudah banyak sekali kerajinan yang telah dibuat tujuannya agar siswa belajar kreatif dan dapat memanfaatkan barang-barang bekas tak terpakai yang ada disekitarnya.
“Memang ini akan membuat anak-anak semakin kreatif dan agar nantinya saat mereka sudah lulus sekolah bisa memanfaatkan itu dan untuk hasilnya masih akan kita pajang diruang seni budaya,” ujarnya.

Kepala SMP Budi Sejati Surabaya Mu’arofah

Menghargai Potensi Masing-masing Peserta Didik
Inovasi dalam dunia pendidikan tidak akan pernah final atau berhenti karena sudah cukup. Banyak hal yang perlu dilakukan agar potensi peserta didik dapat terus dikembangkan dengan metode yang tepat. Salah satunya dengan mengidentifikasi potensi akademik dan non akademik peserta didik.
Seperti diungkapkan Kepala SMP Budi Sejati Surabaya Mu’arofah. Dia mengolaborasikan beberapa kegiatan dalam mata pelajaran seni budaya. Tujuannya, agar siswa yang tidak terlalu menonjol dalam hal akademik bisa tetap terasah bakat dan keterampilannya.
Muarofah mengakui, tidak semua murid memiliki kemampuan yang sama. Bahkan ada yang saat jam pelajaran beberapa murid harus diajak untuk aktif agar mereka tidak ketinggalan dalam pelajaran tersebut.
“Banyak sekali siswa yang susah fokus untuk mengikuti mata pelajaran. Matematika contohnya, mereka sering merasa kesusahan. Namun jika mata pelajaran yang berhubungan dengan kegiatan fisik dan seni, mereka sangat senang malah terlihat sangat totalitas,” ujarnya.
Ia mengaku sempat kesulitan saat menangani muridnya yang sebagian berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah kebawah dan broken home. Karena menurutnya, sulit mengubah sikap dan karakter jika lingkungan tempat tinggal dan lingkungannya tidak mendukung. Namun ia sangat yakin jika murid itu diberi kasih sayang disekolah dan diberi tambahan kegiatan lain seperti istighosah tiap satu bulan sekali, kegiatan non akademik seperti futsal, seni drama, serta kerajinan dan kegiatan lainnya maka akan sedikit demi sedikit lupa dengan hal buruk yang dilakukannya.
“Susah sekali memberikan perhatian kepada mereka. Apalagi anak-anak yang tidak tinggal bersama orang tuanya. Tapi guru kini tidak hanya sebagai pengajar saja, tapi juga sebagai orang tua saat disekolah,” pungkas dia. [mb11]

Tags: