Mengintip Ruang Kerja Pejabat Pemkot Surabaya

Kasubag Liputan dan Pers Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jefry, berada di ruang kerjanya yang berlatar mural yang penuh kalimat motivasi.

Terinspirasi Film Narnia, Jefry Buat Mural yang Penuh Inspirasi dan Motivasi
Kota Surabaya, Bhirawa
Bagi seorang pegawai, ruang kerja adalah rumah kedua. Hampir 2/3 waktu dihabiskan di tempat kerja. Karena itu, untuk menghasilkan pekerjaan yang optimal, sang pegawai biasanya akan menata ruang kerja menjadi senyaman mungkin. Termasuk Kasubag Liputan dan Pers Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jefry, yang membuat ruang kerjanya sangat nyaman dan unik.
Pagi itu, Jefry tampak serius di meja kerjanya. Dengan teliti dia melihat berita seputar Kota Surabaya yang sudah di kliping anak buahnya untuk dilaporkan ke atasannya. Sejurus kemudian, dia lantas memegang smarphone untuk mengirim agenda jumpa pers ke grup Whatsapp jurnalis yang biasa ngepos di lingkungan Pemkot Surabaya.
Di ruang kerjanya yang berukuran 3X3 meter persegi itu, pejabat yang menjadi PNS sejak 2011 lalu ini mengatur agenda-agenda peliputan, khsusunya yang berhubungan dengan awak media. “Saya merasa senang dan nyaman bisa mengabdikan diri sebagai PNS di kota ini. Apalagi setiap waktu bisa bertemu dengan teman-teman wartawan,” ujar Jefry.
Agar pekerjaan berjalan optimal, banyak hal yang dilakukan Jefry. Termasuk membuat ruang kerjanya nyaman. Sebab ruang kerja bagi suami Isabella Juliana Pratiwi ini adalah rumah kedua. Betapa tidak, hampir 2/3 waktunya setiap hari dihabiskan di tempat kerja. Untuk itu, ruang kerja harus dibuat seindah mungkin dan tidak membuat rasa jenuh.
“Saya di kantor itu mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00 atau 18.00. Jadi hampir 11 jam saya di tempat kerja. Makanya, kalau ruang kerja tidak dibuat senyaman mungkin akan mudah menjenuhkan. Kalau sudah jenuh, inovasi dan kreatif itu tidak akan muncul,” ungkapnya.
Pada akhir 2018 lalu, ujar Jefry, di Bagian Humas Pemkot Surabaya ada renovasi ruang kerja yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang. Dengan adanya renovasi ringan ini, Jefry berniat ingin mengubah ruang kerjanya tidak monoton dan memunculkan motivasi. Tidak hanya dinding bercat putih seperti ruang kantor pada umumnya.
“Pihak Dinas Cipta Karya ingin meremajakan ruang kerja yang temboknya mulai mengelupas untuk di cat ulang atau dipasang wallpaper. Atas seizing atasan, saya mempunyai konsep sendiri. Saya minta ruang kerja saya dipasang wallpaper dan sebagiannya lagi di cat putih saja,” ungkapnya.
Setelah mendapat izin, konsep Jefry pun diwujudkan. Sebagian tembok ada yang di wallpaper bergambar kayu dan sebagian tembok putih. Untuk yang bercat putih berada dibagian sisi kiri tempat kerjanya. Namun tidak sekadar putih, ternyata Jefry membuat mural yang unik dan cantik yang bisa menimbulkan motivasi.
Wallpaper bertema kayu ini sengat dipilih ayah dari Joceline Abigail Orlee ini karena dia ingin ada kesan kembali ke alam. Baginya, kesan visual kayu adalah adem, sejuk dan seolah-olah bisa kembali ke alam. “Saat masuk ruang kerja, seperti masuk dalam rumah kayu. Jadi adem. Apalagi wallpaper ini tiga dimensi tidak rata,” tuturnya.
Sementara untuk muralnya, Jefry mengaku terinspirasi film Narnia. Ceritanya, ada anak yang membuka pohon yang ada pintunya. Saat pintu dibuka, muncul kata-kata motivasi yang membuat anak tersebut terhenyak dan menjadi semangat bekerja.
“Kebetulan Bagian Humas itu sangat dekat dengan komunitas mural. Saya minta tolong untuk dibuatkan mural yang memberikan motivasi. Setelah berdiskusi, akhirnya muncul mural yang bisa memberikan motivasi bagi saya dan orang yang melihatnya,” katanya.
Kata-kata motivasi yang tertulis dalam mural itu seperti ‘Times Is More Than Just Money’ yang mempunyai arti waktu itu lebih berharga dari uang. Dengan kalimat ini, Jefry tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Sebab sebanyak apapun uang yang dimiliki tidak akan mampu membeli waktu yang sudah berlalu dengan sia-sia.
“Dengan kalimat ini, bisa memotivasi saya untuk tidak menyia-nyiakan waktu, bisa lebih menghargai waktu. Sedangkan kalimat ‘Thinks Different’ itu terkait jadi bagian dari Bagian Humas Pemkot Surabaya itu harus kreatif. Tidak boleh berfikir sama dan monoton. Harus menghasilkan inovasi dan kreasi,” ujar pejabat kelahiran Surabaya, 22 Januari 1988 ini.
Sementara ada gambar anak-anak yang berdiri di atas buku, lanjut Jefry, filosofinya adalah menjadi seorang PNS itu tidak boleh cepat puas. Tapi harus banyak belajar. “Buku itu adalah simbol ilmu pengetahuan. Kalau ingin pintar, kreativ dan inovatif salah satunya harus banyak baca,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser mengaku membebaskan anak buahnya mendesain ruang kerjanya senyaman mungkin. Mereka diperbolehkan mengeluarkan ide-idenya di ruang kerja selama tidak mengganggu kinerja dan memberikan pelayanan.
“Setiap ruang kerja di Bagian Humas memang berbeda-beda. Bagi saya silahkan, selama bisa membuat mereka inovatif dan kreatif. Kalau ruang kerja nyaman, bekerja juga enak. Dengan begitu biasanya inovasi itu akan muncul,” tandasnya. [Zainal Ibad]

Tags: