Mengawal Poros Maritim Nasional

iki bosOleh :
M.Badrus Zaman
Penulis adalah Dosen Teknik Sistem Perkapalan ITS Surabaya.

Sebentar lagi, Indonesia akan memiliki pemerintahan baru yang memiliki visi mengembangkan sektor maritim. Hal ini menjadi momentum besar untuk menguatkan poros maritim Indonesia sebagai poros maritim dunia. Istilah poros maritim memang sangat laris diperbincangkan. Hal ini terkait dengan visi Presiden terpilih Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Tentu tujuan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim tersebut harus didukung semua pihak serta diperkuat agar kekuatan maritim di negeri ini kembali jaya seperti era kejayaan majapahit dimasa lampau.
Sekadar mengingat sejarah, Presiden Soekarno pada HUT Proklamasi RI 1964 pernah menegaskan “Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya memukul, menggebu-gebu, daripada lukisan sawah yang adem ayem tentrem”. Penegasan Bung Karno tersebut sangat bermakna untuk pesan kebangkitan maritim di Indonesia, bukan hanya untuk generasi saat ini, tapi juga untuk generasi penerus negeri ini.
Sebagai fakta, era globalisasi merupakan era industrialisasi yang menuntut semua negara untuk terus mengembangkan potensi negaranya menuju kejayaan dengan semangat keterbukaan dan kebebasan. Sektor perdagangan, pengembangan ekonomi menjadi faktor yang menunjang era globalisasi tersebut.
Disinilah sektor maritim menjadi modal untuk Indonesia yang menyatakan siap menghadapi globalisasi. Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah yang tidak dimiliki negara lain. Yang harus dilakukan Indonesia adalah mengelola kekayaan alam tersebut secara maksimal. Tentu sumberdaya manusia menjadi senjata yang harus dikembangkan. Jika keseimbangan antara sember daya alam dan sumber daya manusia, maka proses pembangunan maritim akan berjalan mudah tidak lagi di anaktirikan.
Lalu, apa yang harus dilakukan pemimpin bangsa ini? Tentu langkah-langkah nyata harus dilakukan secara langsung agar perlakuan terhadap maritim sebagai modal kekayaan bangsa ini tidak punah dan agar Indonesia tidak selalu jalan di tempat dan bahkan mundur. Semua sadar, bahwa orientasi pembangunan negara kita masih berorientasi pada darat. Sektor maritim masih terkesan dianaktirikan. Memang sudah dilakukan upaya ke arah pembangunan laut, namun belum lah maksimal dan hanya sekadarnya. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan industri maritim juga harus ditingkatkan.
Strategi Maritim
Banyak pendapat mengatakan bahwa pertarungan sumber-sumber ekonomi dalam 10-15 tahun kedepan akan terjadi di lautan bukan lagi di daratan. Hal tersebut memang benar berbeda dengan abad ke 20, dimana yang terjadi adanya persainagn ideologi antara amerika dan uni soviet, sedangkan abad ke 21 yang terjadi adalah pertarungan economic resources yang kini mulai dominan di kawasan Asia.
Nah, munculnya gagasan poros maritim sangat tepat. Namun, ketika gagasan poros maritim muncul, maka pertanyaannya adalah bagaimana mewujudkan poros maritim tersebut? Apa langkah-langkah yang harus diambil agar bisa berjalan dengan baik? Tentu ini bukanlah kerja yang mudah. Dibutuhkan sebuah kerja keras dan cerdas untuk menjalankannya.
Untuk mewujudkan poros maritim tersebut, seluruh aspek dilapisan negeri ini harus dilibatkan, mulai pelaku maritime, industry, akademisi, media dan masyarakat. Dengan demikian, semua pihak akan saling melengkapi dan memberikan sumbangan pemikiran dan tenaga untuk terwujudnya kekuatan poros maritim.
Kemudian, ada beberapa strategi yang harus diambil untuk memperkuat poros maritim nasional. Pertama, memperkuat sumberdaya manusia (SDA). Pada konteks ini, sumber daya manusia di negeri ini menjadi kunci. Penguatan SDM dilakukan dengan cara memberikan wawasan tentang kemaritiman ke seluruh lapisan masyarakat di negeri ini. Selain itu, peran perguruan tinggi juga sangat vital untuk menghasilkan produk-produk yang memiliki kemampuan kemaritiman yang handal. Melimpahnya kekayaan laut Indonesia mau tidak mau harus diimbangi dengan penguatan SDM nya.
Kedua, memperkuat industri maritim. Pada sisi ini, penguatan industri perkapalan sangat penting. Kebijakan pemerintah harus mampu mendorong berkembangnya industri maritim. Membangkitkan industri maritim nasional merupakan bentuk kewajiban semua komponen masyarakat di negeri ini. Semua pihak, baik pemerintah, pelaku maritim, industri, akademisi, maupun masyarakat luas harus bekerja sama dalam mewujudkan perkembangan industri maritim.
Ketiga, memperkuat cinta maritim. Pada konteks ini, membentuk kecintaan terhadap laut harus dipupuk sejak dini. Pendidikan formal maupun non formal harus mampu menggiring generasi muda sebagai harapan bangsa untuk tidak lupa maritim.  Dengan demikian, jika kelak mereka menjadi pemimpin, orientasi pembangunan sektor laut tentu akan menjadi prioritas dan tidak dilupakan bahkan dianaktirikan. Rasa cinta ini sungguh penting ditumbuhkan. Jika sudah ada rasa cinta, maka tidaklah sulit untuk memoles maritim menjadi lebih cantik.
Ketiga strategi tersebut harus benar-benar dilaksanakan dengan baik agar daya saing bangsa ini semakin membanggakan. Dengan demikian, semua pihak baik pelaku pemerintah, pelaku maritim,akademisi, industry serta masyarakat luas  harus bekerja sama dalam mewujudkan perkembangan sektor maritime agar poros maritime di negeri ini semakin kuat. Bagaimanapun, poros maritim merupakan penopang kuat poros perekonomian di negeri ini.

                                                ——————————— *** ———————————-

Rate this article!
Tags: