Menebar Kesalehan Sosial

Puasa Ramadhan 1440 Hijriyah sudah dimulai, dengan udara (cuaca) sejuk. Juga “cuaca” sosial yang menyejukkan. Menyongsong (H-1) Ramadhan, konten media sosial (medsos) terisi dengan posting positif. Termasuk berbagai share “diteruskan” (forward) permohonan maaf kepada sahabat, dan kerabat. Bahkan banyak narasi pesan di medsos bisa meluruhkan air mata. Terutama pesan me-mulia-kan kedua orangtua yang masih hidup, maupun yang sudah wafat.
Inilah periode masa selama 30 hari yang paling ditunggu-tunggu di Indonesia, setelah hirup pikuk pemilu serentak (pilpres dan pileg). Ramadhan, mendinginkan suasana, menolak permusuhan. Juga di berbagai belahan dunia. Sampai gedung putih (istana presiden Amerika), dan istana Buckingham di Inggris, mengucapkan selamat pada datangnya bulan Ramadhan. Nyaris tiada lagi ujaran kebencian, kecuali oleh tokoh-tokoh politik yang bebal.
Konten di medsos bagai berubah arah, berbalik menjadi menyejukkan. Ujaran kebencian, menurun hingga tersisa 10%. Yakni, beberapa posting masih menebar isu politik penistaan. Di dalam negeri, bulan puasa setahun (2018) lalu disongsong dengan tragedi terorisme di Surabaya. Menyebabkan kewaspadaan keamanan nasional. Radikalisme yang berujung terorisme, masih menjadi ancaman keamanan serius.
Negara, tidak boleh kalah oleh gerakan radikalisme, termasuk ujaran kebencian terhadap institusi penyelenggara negara. Antara lain, TNI (Tentara Nasional Indonesia), KPU (Komisi Pemilihan Umum), MK (Mahkamah Konstitusi), dan MA (Mahkamah Agung). Lembaga negara tidak boleh di-nista-kan. Pemerintah berkewajiban menjamin kehidupan sosial yang sejuk. Serta menindak lebih dini potensi ke-gaduh-an sosial.
Lembaga negara, terutama TNI dan Kepolisian, patut meningkatkan kerjasama ke-rukun-an nasional, dengan melibatkan peran tokoh masyarakat. Secara lex specialist, telah diterbitkan revisi undang-undang (UU) Nomor 15 tahun 2003. Memberi kewenangan lebih luas kepada aparat keamanan. Terutama BNPT (Badan Nasional Pemberantasan Terorisme), bersinergi dengan Polisi dan TNI. Definisi tentang terorisme, kini menyertakan frasa “motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.”
Bahkan berdasar telaah intelijen, bulan Ramadhan menjadi “periode sibuk” terorisme. Telaah itu merujuk pada perocabaan peledakan bom pada Ramadhan tahun 1437 Hijriyah (2016) lalu di Arab Saudi. Terorisme berkedok agama (Islam) yang dilakukan pada bulan Ramadhan, sangat patut dilawan bersama. Mengingat beberapa tahun terakhir, non-muslim sedunia turut merespons kebahagiaan menyambut Ramadhan.
Bangsa-bangsa Eropa dan Amerika telah menyadari benar, bahwa agama Islam mengutuk terorisme. Pencerahan pemahaman internasional, patut direspons pada tataran nasional. Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, wajib mempertahankan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Bahwa pluralisme di Indonesia, dijamin oleh konstitusi.
Lebih lagi, Indonesia saat ini sedang memimpin Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Serta Indonesia memiliki konstitusi yang meng-amanatkan keterlibatan aktif dalam perdamaian dunia. Tercantum dalam muqadimah UUD 1945 alenia ke-empat. Bunyinya, “… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, …”
Secara adat budaya maupun syariat, bulan Ramadhan disambut dengan sukacita. Sebulan Ramadhan, kesalehan sosial meningkat. Banyak sedekah ditebar dalam bentuk uang maupun makanan. Tolong menolong makin dikukuhkan. Sebaliknya, seluruh perilaku permusuhan di-mampat-kan. Termasuk posting ujaran kebencian, dan ghibah pada medsos. Ramadhan memiliki fungsi rekreatif yang sangat bermanfaat untuk memulihkan spirit dan inovasi.
Terasa lebih ramah dengan tumbuhnya inner quotient (kecerdasan dari dalam diri). Karena inner-quotient itu pula, hiburan malam tutup. Maksiat dan pekat (penyakit masyarakat) yang lain juga turut menyurut, karena situasi sosial yang baik. Sukses mengendalikan diri bukan hanya takut terhadap ancaman hukum (maupun syariat), melainkan kesadaran diri.

——— 000 ———

Rate this article!
Menebar Kesalehan Sosial,5 / 5 ( 1votes )
Tags: