Mendikbud: Sambut Kemenangan dengan Rendah Hati

Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan hak suaranya di TPS 02 Jatimulyo Rabu 17/4 kemarin.

Muhajir Salah Memasukkan, Sutiaji Kesulitan Melipat
Malang, Bhirawa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Muhadjir Effendy berharap, Pemilu 2019 seluruhnya berlangsung lancar, jujur, adil, dan transparan, serta tidak ada persoalan yang cukup berat sehingga proses demokrasi bisa berjalan lancar.
“Pasca Pemilu juga kita harapkan lancar-lancar saja semuanya. Siapapun yang mendapatkan berkah atau kemenangan harus dengan rendah hati, itu sebagai tugas, amanah, justru banyak tanggung jawab yang harus diemban secara baik,” papar Muhajir seusai memberikan hak suaranya di TPS 20 Kelurahan Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (17/4) kemarin.
Secara khusus Mendikbud mengaku ada sedikit kendala memasukkan surat suara ke dalam kotak suara. Bahkan Muhajir sempat salah memasukkan surat suara DPRD ke dalam kotak suara DPD.
“DPD belum saya masukkan. Hampir keliru. Yang sudah keliru itu yang calon DPRD tingkat 2 keliru masuk di DPD,” ujar Muhajir lagi.
Sambil bercanda, Muhadjir yang pada saat itu memakai kemeja putih pun mengiyakan bahwa proses pencoblosan cukup rumit lantaran banyak lubang. Meski begitu, saat pencoblosan Pileg, Muhadjir mengakui bahwa dirinya tidak bingung sama sekali. Sebab, informasi mengenai para calon sudah disajikan sebelum masuk ke dalam ruangan pencoblosan. Sehingga pemilih bisa mengamatinya terlebih dahulu sebelum mencoblos.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS 02. Wali Kota Malang itu, datang ke TPS bersama dengan istrinya Widayati Sutiaji dan dua putrinya serta seorang putra pada pukul 10.00 WIB.
Ada cerita lucu yang ia alami usai mencoblos atau menggunakan hak pilihnya. Pria berkacamata itu bercerita jika ia sempat hendak salah melipat surat suara saat usai mencoblos. Sambil tersenyum, dia mengaku sempat merasa kesulitan lantaran surat suara yang berlipat banyak.
“Tadi sempat mau ada salah melipat, tapi untungnya nggak jadi,” katanya sembari tertawa.
Dia menyatakan surat suara yang terlaku lebar dan banyak lipatan itu dapat menjadi salah satu pemicu banyaknya surat suara yang rusak. Terutama para orangtua yang malas untuk membuka dan membentangkan surat suara.
Bukan hanya saat membuka, melipat kembali surat suara menurutnya juga sedikit susah dan membutuhkan banyak waktu. Terlebih harus menjaga kerahasiaan dari surat suara yang telah dicoblos sebelumnya. Dia juga menyampaikan jika tata cara mencoblos sangat penting untuk disosialisasikan. [mut]

Tags: