Membiasakan Siswa Kelola Uang Secara Sehat

Sidoarjo, Bhirawa
Kemampuan mengelolah uang adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Terlebih bagi anak-anak usia SD yang belum terlalu memahami prioritas penggunaan uang. Karena itu, dibutuhkan pembiasaan sejak dini agar anak-anak memahami manajemen keuangan sederhana khas mereka.
Hal itu, yang sedang dilakukan di SDN Ketajen 2 Gedangan, Sidoarjo. Pada rangkaian kegiatan “Cha Ching Curiculum”, peserta didik kelas III membawa beraneka jajanan dan minuman yang dibuat oleh orang tuanya. Dipandu salah satu guru, Achmad Nurul Fuad, kegiatan itu dilakukan dengan memberi tugas ke siswa. Siswa diminta berjualan makanan dan minuman sehat untuk mendapat uang dari penjualannya. Siswa kelas III pun menjajakan jualannya tersebut pada siswa lain dan guru.
“Setelah berjualan, mereka akan diajak mengelolah uang yang diperolehnya itu dengan baik. mereka diberi kesempatan untuk memilah dan memilih penggunaan uang yang diperoleh,” tutur Nurul Fuad. Pertama, penggunaan uang untuk membeli barang. Disini dibagi menjadi barang yang dibutuhkan atau yang diinginkan. Kedua, uang bisa ditabungkan. Ketiga, uang bisa disumbangkan untuk orang yang memerlukan, seperti teman yang kesulitan membeli buku atau korban bencana alam.
Program cha ching curiculum ini mengajarkan pada siswa tentang usaha memperoleh uang, kemudian mengelolahnya sesuai kebutuhan dengan bijak. Tujuan ahir yang diharapkan adalah anak bisa menggunakan uang yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhannya. “Selain dengan praktik berjualan, kegiatan ini juga disajikan dalam aneka bentuk permainan yang menarik. Melalui permainan tersebut, siswa dihadapkan pada berbagai situasi yang membutuhkan kecerdasan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan uang,” tutur dia.
Fuad, demikian guru muda ini biasa disapa mengaku, cha ching curiculum ini kegiatan yag luar biasa. Karena siswa diajak untuk praktik langsung menggunakan uangnya. Dengan begitu, anak akan mengetahui bila uang yang dimilikinya tidak hanya untuk berbelanja, tapi bisa digunakan untuk kepentingan lain yang lebih bermanfaat.
Salah satu siswa SDN Ketajen 2 Gedangan, Aurel mengatakan, dari pengalamannya mengikuti program tersebut akhirnya paham betapa sulitnya mencari uang. “Ternyata cari uang itu capek. Saya harus membantu ibu membuat pudot (puding sedot). Setelah itu menjualnya. Alhamdulillah dari 20 bungkus yang saya bawa, cuma sisa dua. Karenanya saya tidak boleh boros.”
Beda lagi dengan Khanza, dia merasakan senang karena jualannya es lilin laris hingga habis. “Sebagian uangnya saya gunakan untuk menyumbang kotak amal musala. Saya senang karena uang itu saya peroleh sendiri,” ujarnya gembira. [Oleh Ariyani Purwaningsih, S.Pd, Guru SDN Ketajen 2 Gedangan, Sidoarjo]

Tags: