Mei 2019, Impor Provinsi Jawa Timur Alami Penurunan

Impor nonmigas maupun migas sama-sama mengalami penurunan di Jawa Timur.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Impor Jawa Timur bulan Mei 2019 mengalami penurunan sebesar 6,01 persen dibandingkan bulan April, yaitu dari USD 2,19 miliar menjadi USD 2,06 miliar. Kondisi yang turun ini ditunjukkan oleh kinerja impor nonmigas maupun migas yang sama-sama mengalami penurunan. Impor migas bulan Mei 2019 ke Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 5,48 persen, dari USD 441,05 juta menjadi USD 416,89 juta. Impor migas menyumbang 20,22 persen dari total impor Mei 2019.
Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, Selasa (25/6) kemarin menyampaikan, nilai impor migas mengalami kenaikan sebesar 15,02 persen bila dibandingkan dengan bulan Mei 2018. Sedangkan impor nonmigas turun sebesar 6,14 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari USD 1,75 miliar menjadi USD 1,65 miliar. “Impor nonmigas menyumbang 79,78 persen total impor Mei 2019 ke Jawa Timur. Dibandingkan Mei 2018, nilai impor nonmigas mengalami penurunan sebesar 19,93 persen,” katanya.
Dijelaskannya,pada bulan Mei 2019, golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) merupakan komoditi utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar USD 192,51 juta, naik sebesar 3,01 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai USD 186,89 juta.
Kelompok barang ini mempunyai peranan 11,70 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan utamanya diimpor dari Tiongkok sebesar USD 83,40 juta Kelompok barang yang menduduki peringkat kedua adalah golongan Ampas/Sisa Industri Makanan (HS 23) yang menyumbang nilai impor sebesar 7,40 persen atau USD 121,79 juta. “Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Brazil dengan nilai impor sebesar USD 49,28 juta selama Mei 2019,” katanya.
Peringkat ketiga, barang masuk ke Jawa Timur adalah Golongan Besi dan Baja (HS 72) yang menyumbang nilai impor sebesar USD 117,22 juta atau mencapai 7,13 persen. Golongan komoditas ini utamanya berasal dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD 33,49 juta selama Mei 2019.
Peningkatan nilai impor nonmigas terbesar bulan Mei 2019 dibanding April terjadi pada golongan komoditas Sayuran (HS 07) dengan nilai impor USD 60,20 juta dari bulan sebelumnya USD 6,33 juta atau naik USD 53,87 juta. “Sebaliknya penurunan impor terbesar pada golongan Perhiasan/Permata (HS 71), nilai impornya turun dari sebelumnya USD 98,52 juta menjadi USD 7,35 juta atau turun sebesar USD 91,17 juta,” ujarnya.
Dikatakannya, ada tiga negara utama penyumbang impor terbesar periode Januari-Mei 2019, masih didominasi dari Tiongkok dengan nilai impor sebesar USD 2.311,35 juta atau dengan kontribusi sebesar 28,60 persen. Disusul berikutnya impor dari Amerika Serikat sebesar USD 564,94 juta atau dengan kontribusi sebesar 6,99 persen serta dari Thailand sebesar USD 414,40 juta atau dengan kontribusi sebesar 5,13 persen. [rac]

Tags: