Masyarakat di Laut Jawa dan Pantai Selatan Diimbau Waspada

Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak (Surat Nomor : WE.301/146/MPrk.II/VI/2019)

Gelombang Laut Capai 3-5 Meter
Surabaya, Bhirawa
Tinggi gelombang laut di Laut Jawa bagian Timur pada Kamis (13/6) mencapai 3,0 meter, kemudian di sekitar wilayah Kepulauan Masalembu, Perairan Bawean dan Perairan Kangean mencapai 2,5 meter.
Selanjutnya di sekitar wilayah Perairan Selatan (Pantai Selatan) Jatim dan Samudera Hindia Selatan Jatim yang mencapai 5,0 meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim menyatakan, berdasarkan data prakiraan tinggi gelombang oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak mencatat hal itu terjadi sejak 13 sampai 15 Juni medatang.
“Kita sudah sampaikan ke BPBD Kabupaten/Kota untuk menginformasikan dan mengimbau masyarakat, nelayan dan wisatawan di wilayah Selatan dan di Pulau Jawa agar menghindari aktivitas di sekitar perairan maupun pantai tersebut. Dikarenakan ada ketinggian gelombang air laut,” Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono kepada Bhirawa, Kamis (13/6).
Ia mengimbau agar nelayan sementara waktu tidak melaut. Untuk masyarakat dan wisatawan, diimbau untuk menghindari aktivitas di sekitaran pantai, dan tidak mandi di laut. “Masyarakat, wisatawan dan nelayan harus mewaspadai adanya gelombang tinggi sesuai petunjuk dari BMKG,” imbaunya.
Suban menambahkan, bedasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, kecepatan angin tertinggi terpantau di sekitar wilayah Perairan Selatan Jatim dan Samudera Hindia Selatan Jatim. Sehingga kondisi itu mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang disekitar wilayah tersebut.
“Sekali lagi kami mengimbau bagi masyarakat, wisatawan dan nelayan jangan ke pantai maupun melaut dulu. Tetap mengutamakan keselamatan, dan masyarakat diharap untuk terus update informasi cuaca maritim dari BMKG,” pesannya.
Masih kata Suban, pada Selasa (11/6) sekitar pkl 07.00 WIB sebanyak 18 rombongan dari Ngoro, Jombang berwisata di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Dari 18 orang, ke 14 orang mandi di pinggir laut dan 4 orang lainnya menjaga barang-barang di tenda. Pada saat mandi di pantai salah satu orang bernama Nuril Ubaidilah (20) terseret ombak, kemudian saudara Indra Indra Prasetyo (24) dan Eko Yulianto (20) berusaha menolong tapi terseret ombak juga.
“Sebanyak 12 orang selamat. Sementara dua orang, yaitu Indra Prasetya dan Eko Yulianto belum ditemukan dan masih dalam pencarian,” pungkas Suban. [bed]

Tags: