Massa Pendukung Moh Rahem Kepung Kantor Kecamatan di Pamekasan

Kantor Kecamatan Proppo, Pamekasan, dikepung massa yang mempertanyakan salah satu kandidat tidak diloloskan dalam Pilkades meski memenuhi syarat. [syamsudin/bhirawa]

(Camat Proppo Diamankan)

Pamekasan, Bhirawa
Camat Proppo, Sutiwijoyo, terpaksa harus diamankan pihak berwajib setelah kantor Kecamatan Proppo dikepung massa pendukung Moh Rahem, bakal calon Kepala Desa yang tidak diloloskan Panitia Pilkades Proppo.
Ratusan orang dari warga Desa Proppo, memprotes kebijakan camat lantaran dianggap tidak tegas dalam mengambil keputusan tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang bakal digelar 11 September 2019 mendatang, Selasa (9/9)
Massa meminta agar supaya Camat Sutiwijoyo itu menunda pilkades Proppo karena Moh Rahem, melalui gugatan Pengadilan Negeri Pamekasan dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Berdasar salinan putusan Nomor: 124.K/PEN.TUN/2019/PTUN.SURABAYA, dinyatakan sah persyaratan administrasi dan valid.
Namun, Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Proppo, tidak menerima hasil putusan PTUN Surabaya. Panitia berasalan, pihak sudah menetapkan dua kandidat calon Kades Proppo. Dan tanggal 1 Agustus 2019, Moh Rahem mendapat surat keputusan tidak lolos administrasi.
Camat Proppo Sutowijoyo terlihat santai menghadapi massa. Penyampaiannya, ia akan tetap menggelar pilkades sebagaimana jadwal yang ditentukan. Permintaan dari massa pendukung Rahem, ia tidak bisa mengomentari banyak.
Tahapan pencalonan sudah selesai dan bakal calon yang dinyatakan memenuhi syarat itu hanya ada dua orang dan yang kedua itu sudah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh panitia itu sesuai dengan regulasi,” singkat Sutowijoyo.
Terpisah, Ketua panitia Pilkades Desa Proppo, Abd Majid mengatakan sebenarnya putusan gugatan terkait permasalahan itu oleh PTUN Surabaya sudah ditolak minggu lalu.
Ia mengaku, bahwa saat Rahem melakukan pendaftaran Bacakades memang tidak membawa ijazah palsu, melainkan mengenai data diri dan tanggal lahir terkesan ditulis sendiri oleh Rahem.
“Putusan PTUN Surabaya itu gugatannya ditolak minggu lalu. Tentang ijazahnya Rahem bukan palsu, memang asli tapi kayak ditulis-tulisi sendiri, dan tanggal lahirnya itu tidak sama,” kata Abd Majid melalui via telepon.
Tak hanya itu, lanjut Majid, ditolaknya surat salinan dari PTUN Surabaya itu, karena penetapan calon di Desa Proppo sudah selesai ditetapkan tanggal 26 Juli 2019 lalu.
Sedangkan, Rahem mengajukan gugatan ke PTUN Surabaya setelah penetapan bakal calon kepala desa itu disahkan.
Sedangkan Sekda Pamekasan, Totok Hartono, selaku Panitia Pilkades tingkat Kabupaten mengatakan, berdasarkan tahapan pilkades Proppo sudah final. Panitia di Desa Proppo sudah memutuskan dua calon kandidat.
“Tahapan sudah dilalui, pilkades Proppo bisa dilaksanakan serentak 11 September 2019 nanti. Karena hingga saat ini P2KD Proppo, tidak melaporkan ada masalah. Kalau sengketa, itu menjadi urusan panitia desa dengan bakal calon (Moh Rahem, Red),” tandas Sekdakab Totok Hartono, saat mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, usai menerima pengujukrasa soal harga Tembakau. [din]

Tags: