Manfaatkan Waktu Istirahat untuk Dukung Pembelajaran

Beberapa siswa SD Negeri Sawotratap 1 Gedangan Sidoarjo memilih mengisi waktu istirahat dengan membaca buku di perpustakaan.

Sidoarjo, Bhirawa
“Teng…teng…teng…. horee… ” terdengar nyaring bunyi bel sekolah yang diikuti sorakan kegembiraan dari beberapa ruang kelas SD Negeri Sawotratap 1 Gedangan Sidoarjo siang itu. Sesaat kemudian, anak-anak pun terlihat berhamburan keluar meninggalkan ruang kelas. Ada yang berlari terburu-buru menuju kamar kecil, ada yang berjalan santai menuju perpustakaan dan ada yang sibuk membuka bekal makanannya sambil bercana penuh kegembiraan.
Waktu istirahat, bisa jadi merupakan salah satu sesi pembelajaran di sekolah yang paling disukai dan ditunggu-tunggu oleh para siswa bahkan juga mungkin para guru. Waktu istirahat biasanya dimanfaatkan siswa untuk bermain dan melakukan aktivitas mengusir kejenuhan.
Kepala Sekolah SD Negeri Sawotratap 1,Gedangan Jamhari, S.Pd, MM, MSi berpesan boleh saja siswa bermain di saat istirahat , asal tidak berlebihan dan tidak melakukan hal-hal yang berbahaya .
“Dari segi pendidikan tidak ada masalah kalau siswa itu bermain di saat istirahat , namanya juga anak-anak. Karena bermain merupakan hak mereka, namun tetap harus diawasi dan diperhatikan,” pesan Jamhari. Menurut Jamhari, selain jam istirahat yang terjadwal, seorang guru juga dapat memberikan jeda bagi siswanya saat jam pelajaran berlangsung .
“Misalnya saat siswa sudah kelihatan tidak fokus pada pelajaran, guru dapat memberikan jeda seperti siswa diajak permainan teka-teki, membaca buku, bernyanyi bersama-sama dan lain-lain,” kata Jamhari lagi. Lebih lanjut menurut kepala sekolah sarat prestasi ini waktu istirahat sebaiknya untuk mengembalikan kondisi fisik siswa agar tetap prima untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
Hal senada juga diungkapkan guru kelas VI SD Negeri Sawotratap 1 Gedangan Miftah Afifudin,S.Pd bahwa banyak hal yang bisa dilakukan siswa pada saat istirahat.
“Sebaiknya siswa pada saat istirahat melakukan hal yang membuat mereka kembali segar pada pelajaran sesudah istirahat. Jadi saat kembali masuk kelas siswa sudah fresh untuk mengikuti pelajaran kembali,”jelasnya. Oleh karena itu guru juga perlu memperhatikan aktivitas yang dilakukan murid-mudridnya saat istirahat.
“Jangan sampai ada anak yang bermain berlebihan ketika istirahat, akhirnya jadi berkeringat, bau , dan tidak semangat buat belajar lagi, ” kata Miftah mengingatkan. Menurut Miftah, jam istirahat juga memberi kesempatan bergerak kepada siswa, karena bila siswa sudah mengikuti pembelajaran dalam waktu yang lama maka biasanya konsentrasi belajar siswa akan menurun.
“Gejala yang tampak adalah siswa akan gelisah, dan akan malas dalam mengerjakan tugas. Nah dalam situasi seperti itu memberi waktu istirahat menjadi penting,” tambahnya lagi. Suasana istirahat siang itu terlihat beragam aktivitas yang dilakukan para siswa SD Negeri Sawotratap 1,Gedangan . Ada yang asyik menikmati bekal makanan yang dibawa dari rumah, ada yang membeli makanan di kantin, membaca buku perpustakaan sekolah, berjalan-jalan di sekitar lingkungan sekolah atau sekadar duduk-duduk santai sambil mengobrol dengan sesama temannya. Namun ada juga yang aktivitas permainan mulai dari bermain bola, petak umpet, lompat tali, engkle dan lain-lain. [Sri Andayanti, SPd.SD, Guru SD Negeri Sawotratap I, Gedangan, Sidoarjo]

Tags: