Manfaatkan Teknologi VR, Ciptakan Aplikasi Perekaman Teater

Emily Abigail, Nicholas Valentino Handoko, Erick Setiawan, Cherine Angelica Limina dan Ivania Tanoko mendiskusikn ide konsep bisnis start up yang diajukna dalam Career Camp 2019 UK Petra.

Surabaya, Bhirawa
Beberapa waktu yang lalu, Universitas Kristen (UK) Petra menggelar Career Camp 2019 di Jogjakarta. Selama lima hari mahasiswa belajar cara berbisnis start up di berbagai bidang. Dari hasil tersebut, mahasiswa diminta untuk membuat ide konsep bisnis start up dan dipresentasikan pada saat hari terakhir, Jumat (9/8) lalu.
Salah satu kelompok yang sudah matang dengan ide konsep berbisnisnya adalah The Thespians. Tim yang beranggotakan Emily Abigail, Nicholas Valentino Handoko, Erick Setiawan, CherineAngelica Limina dan Ivania Tanoko menciptakan aplikasi perekaman teater berteknologi virtual reality (VR) yang dinamai Pentas Sini dalam kegiatan “Career Camp 2019” di Yogyakarta.
Mahasiswa Program Studi English for Creative Industry UK Petra ini menuturkan aplikasi tersebut mereka ciptakan untuk memperkenalkan teater ke seluruh wilayah Indonesia.
“Aplikasi ini dapat merekam teater yang biasanya disuguhkan secara langsung dengan teknologi VR. Karen kami berharap teater bisa dikenal banyak orang,” katanya.
Dengan aplikasi Pentas Sini, Emily menjabarkan penonton dapat menonton teater sekaligus membayar. Sehingga aktor maupun seniman teater akan lebih banyak mendapatkan pemasukan. Sebab, dari aplikasi Pentas Sini akan dibagi hasil dengan para pemain teater
“Selama ini akses untuk menonton teater kurang diperhatikan. Hal itu membuat teater susah berkembang,”ujar dia.
Melalui aplikasi Pentas Sini ini sambung dia, pihaknya optimis bisa lebih banyak orang yang melihat teater. Apalagi, selama ini pertunjukan teater-teater di Surabaya, contohnya cenderung susah diakses. “Jika di Yogyakarta, penonton yang dari luar daerah harus membayar lebih banyak lagi,” katanya.
Emily meyakinkan, pada aplikasi yang diciptakannya akan menyuguhkan pertunjukan teater yang tidak kalah seru dibanding menyaksikan teater secara langsung. Pasalnya teknologi VR akan membuat masyarakat merasakan sensasi yang sama seperti menonton teater secara langsung.
“Kami ingin dengan aplikasi ini pasar teater bisa lebih besar, tak hanya satu kota saja tapi seluruh Indonesia,” ucapnya.
Emily mengaku senang mengikuti Career Camp 2019 karena membantunya berkembang dan belajar secara langsung mengembangkan bisnis startup yang dibuat kelompoknya.
“Career Camp 2019 membantu untuk mempertajam atau memperdalam startup yang kami bikin,” ujarnya.
Sebah, dari aplikasi Pentas Sini akan dibagi hasil dengan para pemain teater
Sementara itu tim Budak Uang yang terdiri dari Savira Kristiany, Kevin Adi Suryangono, Stephen Eric Yuwono dan jane Ivena juga memikiki ide konsep bisnis start up yang tka kalh menarik. Yaitu dengan membuat aplikasi go message untuk perawatan hewan. Khususnya bgi anjing dan kucing.
Ketua tim, Stephen Eric Yuwono menjelaskan, jika ide konsel pihaknya beegwrak dibidang jasa. Dengan memanfaatkan aplikasi go message, konsumen bisa meminta perawatan apapun bagi hewan kesayangannya. Setelh dipesan melalui aplikasi, maka pihaknya akan mendatangi rumh konsumen.
“Ide ini berawal dari pengalaman memilihara kucing dan anjing. Apalagi tidak semua tempat menyediakan perawatan hewan ini. Ada yang bawa sampai 15 ekor kucing sekali perawatan. Itu kenapa kami membuat konsep bisnis ini, karena memang di Surabaya pun belum ada, “ujar dia. Untuk penguatan branding, pihaknya juga akan menyertakn branding jasa nya dalam mobil box yang berisikan perlengkapan perawatan hewan.
“Tidak hanya perawatan saja, ke depan kamipun akan mengembangkan untuk makanan kucing dan anjing,”kata dia. [ina]

Tags: