Manfaatkan E-Master Pegawai untuk Klaim Otomatis Pensiunan

Kepala BKD Jatim Anom Surahno menandatangani MoU klaim otomatis bersama PT Taspen di kantor BKD Jatim, Selasa (21/5)

Pemprov Jatim, Bhirawa
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim dan PT Taspen kembali melakukan kerjasama untuk memberikan layanan terbaik bagi pensiunan PNS. Kerjasama tersebut dilakukan untuk merealisasikan klaim otomatis tabungan dan dana pensiun bagi PNS.
Kepala BKD Jatim Anom Surahno menuturkan, klaim otomatis berbasis digital dikembangkan oleh Taspen dengan didukung e-master kepegawaian milik BKD. Dengan memanfaatkan e-master tersebut, pensiunan PNS tidak lagi perlu antri mengurus Taspen. Sebab, tabungan maupun dana tersebut akan secara otomatis disalurkan melalui rekening pemilik.
“Jadi pegawai tidak usah ngurus di kantor Taspen. Cukup di rumah tapi dia akan langsung mendapat tabungannya. MoU (Memorandum of Understanding) ini untuk mempermudah teman-teman pensiunan tidak repot antri,” tutur Anom dikonfirmasi usai melakukan MoU dengan PT Taspen di Kantor BKD Jatim, Selasa (21/5).
Hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan karena e-master telah menyimpan data tentang profil pegawai Pemprov Jatim. Dari data tersebut, PT Taspen bisa memanfaatkan data-data tersebut. Sebab, jumlah PNS Pemprov yang pensiun dalam satu tahun juga cukup tinggi. Misalnya pada 2019 ini, jumlah PNS yang pensiun mencapai 2000 orang. “Mereka sudah terdata dalam e-master dan terdata otomatis dalam Taspen,” tambah Anom.
Kendati memiliki layanan otomatis, namun Anom menegaskan bahwa layanan ini tidak termasuk untuk SKPP (Surat Keterangan Penghentian Pembayaran). Karena itu terkait dengan hutang piutang dan tanggungan lainnya.
Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengadaan BKD Jatim Hasyim Asyari menambahkan, MoU ini merupakan pembarahuan atas kerjasama yang telah dibangun dengan Taspen. Pada dasarnya, data-data pegawai dalam e-master telah mencukupi untuk pengurusan dana pensiun dan tabungan hari tua. “Ini bentuk pelayanan dan penghargaan kami untuk memudahkan pensiunan,” ungkap dia.
Karena pentingnya e-master, Hasyim berharap operator di masing-masing OPD maupun pegawai itu sendiri pro aktif untuk mengupdate data. Karena data itu di BKD hanya bersifat verifikasi saja. Supaya tidak terjadi keterlambatan pembayaran, makanya partisipasi PNS maupun operator OPD sangat penting.
“Kalau data-data pokok kan sudah ada di e-master. Persyaratan form yang diminta taspen, rekening, maupun perubahan data diri. Program ini bisa berjalan dengan baik oleh PNS yang bersangkutan dan operator,” pungkas dia. [tam]

Tags: