Manfaatkan Alat Suntik Jadi Mesin Hidrolik Ekskavator

Mahasiswa baru Teknik Industri ISTTS menunjukkan cara kerja gerak ekskavator buatan mereka dengan sistem mesim hidrolik sederhana.

Surabaya, Bhirawa
Masa Pengenalan mahasiswa Teknik Industri (Pemti) 2019 Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (iSTTS) dikemas dengan nuansa menarik. Yaitu dengan menugaskan pembuatan ekskavator sederhana dengan memanfaatkan alat suntik sebagai tenaga hidroliknya. Kegiatan ini menjadi tantangan menarik bagi para maba.
Seperti yang dirasakan Tito Grace Natanael, Rezza Adhitya Permana dan Gilbert Tiara Lanica yang tergabung dalam tim Grinder dalam membuat eksavator ini.
“Saya pernah bikin buat praktek teknik fisika waktu di SMK karena saya jurusan otomotif. Ini sistemnya memanfaatkan hidrolik lewat jarum suntik yang diisi air dan dihubungkan pada selang penggerak tangan ekskavator,”urai Gilbert.
Gilbert mengungkapkan timnya sempat kesulitan merangkai hidrolik dari alat suntik agar bisa seimbang antara gerakan naik dan turun tangan ekskavator.
“Kami pakai bolpoin karena kami mencari efisiensi bahan sehingga lebih fleksibel bergerak. Bagian belakang eksafator juga kami beri beban sehingga saat posisi berhenti tangan tetap bisa terangkat,”ungkapnya menunjukkan gerak ekskavator yang terbuat dari karton, selang, alat suntik dan gabus ini
Sementara itu, Dosen Teknik Industri, Pram Eliyah Yuliana menuturkan melalui kegiatan pembuatan ekskavator sederhana (sistem hidrolik) secara berkelompok, seluruh mahasiswa baru dan beberapa mahasisw lama akan belajar lagi mengenai prinsip-prinsip standarisasi industrial, pembagian kerja perakitan produk/assembly sesuai dengan tema Pemti 2019. Ketiga hal tersebut termashk materi-materi pokok dalam pembelajaran Teknik Industri.
“Memang produk akhirnya hanyalah ekskavator sederhana yang bahkan dibuat anak usia dasar atau menengah, tetapi penekanan pembelajaran dalam kegiatan ini adalah mahasiswa baru mengenal standarisasi dari ukuran-ukuran yang telah ditetapkan oleh para panitia,”paparnya.
Dalam pembuatannya, mahasiswa juga akan mengenal berbagai alat industri di laboratorium yang bisa digunakan. Mulai dari mesin laser CNC,mesin bor dan alat cutting. Meskipun hanya dibuat dari bahan sederhana, akan tetapi kerapian dan presisi juga menjadi aspek penting dalam pembuatan ekskavator. Tanpa keakuratan dan kerapian, ekskavator ini tidak dapat beroperasi.
“Teamwork, kreatifitas, ketepatan dan presisi merupakan factor yang dinilai dari tiap kelompok. Kegiatan ini juga mengajarkan bagaimana sebelum produk-produk jadi yang kita gunakan di kehidupan sehari-hari dibuat, akan ada sebuah miniatur dari produk tersebut,”pungkas dia. [Ina]

Tags: