Manajemen JX Minta Maaf, Berharap Pasar Seni Lukis Tetap Digelar

Arief Wisnu Cahyono

Surabaya, Bhirawa
Mengetahui ada rencana pembatalan Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2019, pihak manajemen JX International langsung mengajukan permintaan maaf kepada pelaksana. Manajemen JX mengaku telah terjadi kekeliruan administrasi yang diterima pelaksana SPLI 2019.
“Kami atas nama manajemen JX meminta maaf kepada Bapak M Anis selaku Ketua Sanggar Merah Putih sebagai pelaksana. Kami direksi dan manajemen JX menyatakan permohonan maaf secara terbuka kepada Bapak M Anis akibat kekeliruan administrasi tersebut,” ujar Direktur Utama PT Gedung Expo Wira Jatim JX International, Arief Wisnu Cahyono, ditemui di Gedung JX International, Kamis (22/8).
Menurutnya, manajemen JX akan segera bertemu M Anis untuk mencarikan solusi terbaik, agar even penting kesenian ini bisa terlaksana sebagaimana mestinya. Apalagi even ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Provinsi Jatim, serta sudah masuk dalam Kalender Wonderfull Indonesia 100 Even Nasional.
“Kami sangat mendukung even yang peduli terhadap perkembangan kesenian, terutama seni lukis di Indoensia. Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, seni lukis secara konvensional ini harus mampu bersaing. Untuk itu harus didukung saat akan menyelenggarakan pameran,” ungkapnya.
Terkait biaya sewa yang mencapai Rp770 juga belum termasuk PPN, Wisnu menjelaskan, angka Rp770 juta yang ditujukan panitia adalah angka penawaran. Namun surat penawaran itu seharusnya sudah dikirimkan jauh-jauh hari tidak mendekati penyelenggaraan seperti sekarang ini.
“Seharusnya surat penawaran dengan angka Rp770 juta itu kami kirim sejak jauh hari. Dari surat penawaran itu setelah ada negosiasi, ketemu harga yang sesuai. Seharusnya seperti itu. Tapi saya pastikan untuk sewanya nanti tetap Rp330 juta seperti tahun lalu,” jelas Wisnu.
Sedangkan untuk waktu penyelenggaraan, Wisnu mengatakan, pihaknya akan berusaha tetap diselenggarakan pada Oktober 2019. Untuk tanggalnya, pihaknya tidak berani memastikan kapan sebab harus bertemu dengan M Anis selaku penyelenggara PSLI 2019.
“Intinya, kami berharap PSLI 2019 tetap diselenggarakan di JX International. Kami akan berusaha memenuhi keinginan panitia. Dan sekali lagi, atas nama direksi dan manajemen JX International kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan pelaksanaan PSLI 2019,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua Sanggar Merah Putih M Anis mengaku sangat kecewa dengan manajemen JX International yang dianggap semena-mena kepada panitia PSLI 2019. PSLI yang awalnya diselenggarakan pada 11-20 Oktober digeser waktunya dan dari 10 hari hanya menjadi tujuh hari. Selain itu, sewa gedung juga dinaikkan dari Rp330 juta menjadi Rp770 juta.
“Saya sudah mengajukan permohonan maaf kepada Gubernur Jatim karena kami terpaksa membatalkan PSLI tahun ini, disebabkan tidak profesionalnya dan sewenang-wenangnya pihak pengelola gedung JX International, yaitu PT Gedung Expo Wira Jatim sebagai anak perusahaan BUMD PT PWU (Panca Wira Usaha),” kata Anis.
PSLI adalah even reguler tiap tahun yang diikuti oleh sekitar 200 pelukis dari seluruh Indonesia, dan sudah menjadi agenda para seniman tiap tahun. Tahun lalu, 2018, oleh Kementerian Pariwisata RI, even ini dimasukkan ke dalam 100 Event Nasional, Wonderful Indonesia. PSLI sudah menjadi ikon even kesenian di Jatim. [iib]

Tags: