Lunturnya Budaya Tradisional di Era Digital

Oleh :
Elly Abriyanti
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Budaya adalah suatu warisan dari leluhur atau nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya. Negara Indonesia disebut Negara maritim karena dikelilingi oleh banyak pulau, bahasa dan adat kebudayaan Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam.
Karena keanekaragaman tersebutlah Indonesia menjadi daya tarik bangsa lain dari belahan dunia, bahkan mereka juga mempelajarinya karena selain beraneka ragam, budaya Indonesia dikenal sangat unik dan menarik perhatian wisatawan asing untuk melihat keaneragaman budaya kita. Namun, kebudayaan Indonesia semakin luntur ditelan zaman. Semakin berkembangnya teknologi telah membuat budaya banyak dilupakan dan ditinggalkan oleh kalangan remaja.
Berbicara mengenai teknologi di era digital saat ini, teknologi sangat mempengaruhi kehidupan, teknologi dapat menjadikan kehidupan kita menjadi lebih baik dan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Dengan adanya teknologi kita dapat melihat informasi dimanapun dan kapanpun kita berada, teknologi juga mempermudah kita untuk berinteraksi dengan satu sama lainnya. Tetapi, teknologi juga berdampak negatif pada generasi milenial, dilihat dari sisi negatifnya, generasi milenial saat ini cenderung cuek pada sosial budaya.
Bahkan, teknologi juga dapat mengubah kebudayaan dengan cepat. Misalnya, pada umumnya manusia itu harus saling berinteraksi dan saling membutuhkan satu dengan lainnya. Namun, teknologi mampu mengubahnya dengan cepat. Dengan teknologi, generasi millenial cendreng terhadap individualis yang mengejar pola gaya hidup yang eksis di sosial media.
Kehadiran teknologi membuat generasi milenial meninggalkan nilai-nilai budaya dan agama, dengan adanya teknologi, nilai-nilai yang ditanam pada diri seorang anak akan ikut hilang mengikuti arus generasi milenial. Para pemuda dan anak-anak jarang sekali melestarikan budaya tradisional Indonesia, jarang sekali mereka mengenal lebih dekat dengan tarian serta alat musik tradisional. Mungkin jika dihitung dari milyaran remaja di Indonesia, pasti cuma sedikit yang bisa memainkan alat musik tradisional.
Peran orang tua juga sangat penting dalam mengembangkan budaya tradisional pada anak-anak saat ini, agar mereka tidak hanya bermain terus menerus dengan gadget, padahal permainan tradisional lebih seru jika dibandingkan dengan gadget. Tidak hanya itu saja, permainan tradisional juga bisa mengasah otak anak agar lebih berkembang dan kreatif untuk melakukan berbagai kegiatan yang berdampak bagi diri mereka sendiri. Mereka juga bisa lebih aktif dalam berbagai kegiatan. Jika dibandingkan dengan teknologi atau permainan modern, itu sangat jauh sekali karena menurut saya gadget terlalu menguasai pola pikir anak, sehingga dapat membuat anak malas untuk belajar, mereka juga akan lebih mementingkan diri sendiri, mereka tidak peduli dengan keadaan sekitar.
Permainan tradisional banyak sekali yang ditinggalkan seperti permainan bola bekel, congklak, egrang, lompat tali, gobak sodor, gatrik dan boi-boian. Jutaan remaja dan anak-anak sudah jarang sekali untuk memainkannya, mereka lebih memilih beralih pada gadget. Tak jarang orang tua pun lebih membiarkan anaknya untuk bermain gadget, padahal generasi milenial sangat penting untuk melestarikan budaya indonesia yang mulai punah.
Saat ini jika kita memperkenalkan kembali alat musik tradisional maupun permainan tradisional pada generasi milenial pasti mereka sangat asing dengan budaya tradisional karena mereka lebih mengenal budaya modern daripada tradisional. Jika permainan tradisional lebih dikembangkan dan lebih dilestarikan mungkin anak generasi milenial sangat sulit memahami bagaimana cara untuk memainkan ataupun mengaplikasikannya. Butuh waktu untuk mengajari mereka agar lebih mengenal permainan tradisional.
Jika kita bandingkan remaja zaman dahulu dengan generasi saat ini sangat jauh berbeda sekali, dulu teknologi sangat jarang, gadget sedikit yang punya. Bahkan, anak-anak jarang yang memiliki gadget, mereka lebih memilih permainan tradisional untuk meluangkan waktu bersama temannya. Tetapi remaja di era digital saat ini sudah banyak kita jumpai anak-anak yang sudah memiliki gadget diusia yang sangat dini, mereka sudah mengenal gadget diusia itu, bahkan menurut mereka gadget adalah dunianya, mereka tidak bisa melakukan kegiatan tanpa gadget. Jadi mereka jarang sekali berpikir mengenai, apa itu budaya tradisional ? Jika dilihat saat ini, alat musik tradisional, tarian tradisioanl sudah jarang terekspos. Bahkan lagu anak-anak pun sudah jarang dinyanyikan, jika ditanya berapa jumlah anak yang bisa menyanyikan lagu anak ? Pasti jawabannya cuma sedikit dari jutaan anak di Indonesia. Buku dongeng anak-anak juga jarang dikembangkan. Padahal dongeng untuk anak sangat penting juga, agar mereka bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Lunturnya budaya tradisional juga dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin canggih, permainan modern juga lebih menarik dan lebih asik dikalangan remaja. Gadget saat ini lebih menarik perhatian anak generasi milenial daripada budaya tradisional, justru kita sebagai para pemuda dan anak-anak seharusnya bisa melestarikan budaya tradisional agar tidak dijajah dan dicuri oleh negara tetangga.
Sudah banyak sekali kasus bahwa budaya kita banyak yang dicuri karena ketidakpedulian generasi penerus. Tetapi masyarakat kita kini sudah banyak meninggalkan nilai-nilai tersebut, padahal inilah identitas budaya kita. Jangan sampai kita terjajah oleh budaya luar bukan hanya kebudayaan kita tetapi cara berbicara kita pun sudah mulai terjajah. Kita lancar berbahasa inggris atau bahasa luar lainnya tetapi mengapa kita tidak tahu bahkan tidak bisa berbicara bahasa daerah kita sendiri.
Setelah adanya kesadaran akan hal tersebut, kita juga semestinya berusaha menerapkan hal itu dengan menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Teknologi saat ini sudah sangat canggih, kita bisa melestarikan budaya tradisional melalui teknologi, kita bisa memperkenalkan budaya kita kepada dunia internasional bahwa budaya kita sangat beragam, budaya kita sangat berharga, kita bisa memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat bagi negara kita. Melestarikannya adalah dengan cara: (1) Memiliki antusias yang tinggi terhadap budaya Indonesia dengan bergabung di salah satu sanggar khusus kebudayaan Indonesia; (2) Menampilkan seperti apa kebudayaan kita dengan menarikan tarian-tarian tradisional Indonesia; (3) Memperkenalkan kepada dunia tentang asyik nya mempelajari kebudayaan Indonesia, salah satunya melalui jejaring sosial, dll; (4) Menunjukkan rasa ketertarikan yang tinggi terhadap kebudayaan Indonesia di depan negara lain.
Serta masih banyak cara kita untuk melestarikan kebudayaan Indonesia agar negara lain tahu, bahwa negara Indonesia mempunyai banyak sekali kepulauan, daerah, bahasa serta kebudayaan yang layak untuk dilihat oleh dunia internasional.
Poin penting di sini adalah rasa nasionalisme, mengingat hal ini merupakan salah satu inti dari pendidikan. Selain itu, setelah mengenal budaya, mereka juga diharapkan bisa mencintai budaya Indonesia, serta menghargai sejarah masa lalu. Jika bukan generasi kita sendiri yang melestarikan lalu siapa lagi ?
Kita sebagai generasi milenial harus lebih pintar lagi dalam memanfaatkan teknologi, kita tidak boleh dibodohi oleh teknologi, kita harus bisa menyetarakan antara teknologi dan budaya agar terlihat lebih balance.

—————- *** —————-

Tags: