Ludruk Goes Millennials Intelektual Mulai Digandrungi Anak Milenial

Lakon Aladin negeri 1001 malam di Surabaya yang dimainkan anak milenial saat latihan

Surabaya, Bhirawa
Berbahagialah warga Surabaya karena salah satu kebudayaan asli arek Surobayo yakni Ludruk kini mulai digandrungi anak anak muda milenial. Manifeatasi tersebut bisa dilihat dari adanya kolaborasi antara magister management Unair dengan perkumpulan kesenian ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara yang digagas oleh Dr.Gancar Chandra Premananta, SE.
Dikatakan Rio, salah Seorang pemain yang akan memerankan sebagai Aladin pada lakon Aladin Negeri 1001 Malam di Surabaya tersebut, adalah salah satu tugas mahasiswa untuk memanfaatkan dana CSR dengan memberdayakan masyarakat,” Menyelam sambil minum air atau sekali dayung dua tiga pulau terlampaui maka jatuhlah pada pilihan melestarikan budaya arek Suroboyo asli pada anak anak muda milenial yang intelektual,” papar Rio.
Lewat kesenian Ludruk ini kelihatan mereka sangat antusias, bahkan ada rencana nantinya akan membentuk Ludruk yang digabungkan dengan stand up commedy karena di dalam kesenian ludruk kaya dengan humor dan lawakan yang segar yang nantinya bisa diolah dengan dialog dan bahasa yang intelek ala anak milenial modern.
Izzati salah seorang anak milenial Unair yang akan tampil memerankan Jasmine dalam lakon Aladin tersebut yakin, dengan cara seperti itu maka ludruk akan bisa dilestarikan bahkan menarik minat anak anak muda milenial untuk berperan aktif di dalamnya,” Ludruk tidak lagi dipandang sebagai kesenian pinggiran yang banyak dimainkan dan ditonton oleh kelompok marginal, tapi tontonan orang modern nan milenial,” ungkapnya.
Meski berasal dari Jatim tepatnya Surabaya, namun ludruk bisa diterima disemua daerah,” Saya berasal dari Jateng tapi saya suka ludrik, setahu saya orang Jateng juga banyak yang suka ludruk, apalagi bahasa pemainnya selain Indoneaia juga tidak jarang menggunakan bahasa daerah yaitu Jawa,” papar Bekti salah seorang mahasiswa Unair Fak Ekonomi asal Jateng.(ma)

Tags: